Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 Yuk ...! Sambut Tahun Baru 2023 dengan Syukur, Doa, dan Harapan

Ilustrasi Menyambut Tahun Baru 2023 dengan Syukur Doa dan Harapan

Beberapa menit lagi, matahari 2022 akan tenggelam dan tak mungkin kembali lagi. Mari  kita sambut tahun baru 2023, dengan  bersyukur, doa, dan  harapan. 

Sahabat bloggers yang cantik dan ganteng! Rasanya  angka 2022 baru familiar di mata dan telinga, kini berganti dengan 2023. Ternyata, masa berlalu begitu cepat. Entah dunia telah tua, atau saya yang kelamaan hidup. Yang pasti kepala tujuh telah di depan mata. 

Tadinya saya tak berpikir mau nulis apa di momen pergantian tahun ini. Tetapi rasanya kurang afdhal tanpa mewarnainya dengan coretan,  sebagai  penanda  semangat menulis saya masih hidup.   

Bagi kaula muda, detik-detik pergantian tahun kali ini merupakan hal yang istimewa, setelah  2  tahun mereka terkekang oleh PPKM. Yang mana, mobilitas kita dibatasi oleh larangan untuk berkumpul tersebab pandemi covid 19.

Namun bagi nenek-nenek ndeso sepert saya,  tahun baru  hampir tak ada hal yang signifikan. Kecuali menyampaikan rasa syukur doa,  dan harapan kehadirat Allah SWT.

Bersyukur 

Desember  tahun 2022 ini genap 3 tahun 2 bulan saya berkecimpung di dunia perbloggan khususnya blog pribadi. Dalam masa  tersebut saya telah mempublish 273 artikel  versi sendiri.

Dibandingkan dengan anak muda,  capaian tersebut belum seujung kuku. Tetapi, bagi saya ini merupakan hal yang wajib disyukuri. Karena di usia yang tidak muda lagi ini, saya masih dianugrahiNya kemampuan berpikir untuk merangkai kata buat melanjutkan hobi menulis. Meskipun setahun terakhir produktifitasnya agak menurun, disebabkan banyak hal.

Dalam kurun waktu yang sama pula anak-anak, menantu dan cucu-cucu, sehat dan hampir tak kurang satu apaun. Kecuali kurang duit. Ha ha .....  Yang ASN tugasnya lancar dan baik-baik saja, malahan mendapat penghargaan dari instansi tempatnya bekerja, sebagai karyawan terinovatif  tingkat provinsi tahun 2022.

Sementara yang bergerak di bidang swasta, proyeknya insyallah terus mengalir.  Sesuai dengan volume usahanya.  Duh, maaf, saya terkesan ria, bangga, dan terlalu mencintai diri sendiri.  Sekali lagi maaf. Anggap saja obrolan ini sebagai pemacu semangat untuk bangkit di tahun 2023. 

Berdoa

Berdoa tidak hanya sarana untuk menyampaikan keinginan kepada Allah. Lebih dari itu, doa adalah sebuah pengakuan bahwa kita adalah hamba yang tak pernah luput dari pertolongan Tuhan (merdeka.com, 05/12/2022).

Terkait kutipan di atas, sebagai umat beragama, kita tidak boleh menyepelekan  kekuatan sebuah doa. Dengan berdoa sesuatu yang kita anggap tidak mungkin, atas kehendak Allah  akan menjadi mungkin. 

Tak salah Pak Ustad dan Bu Ustazah bilang, “Doa adalah upaya kecil, hasilnya besar.”  Saya sangat meyakini narasi itu. Makanya, saya menjadikan doa sebagai bagian dari pernapasan saya.  Bukan di momen pergantian tahun baru saja. 

Janganlah menjadi insan yang sombong. Tak mau meminta kepada Allah. Yang masih jomlow, mohon ditemukan jodoh yang baik saleh dan salihah. Yang sudah punya pasangan dan anak minta diberikan rumah  tangga sakinah, dan anak keturunan yang  agamais, cerdas, terampil, dan berakhlak mulia.  

Sekali lagi, angkatlah tangan, lantunkan doa kapan dan di mana saja berada. Di akhir tahun okey, awal tahun pun okey. Tetapi yang paling afdhoal adalah berdoa setiap usai salat. Baik salat sunnah, maupun salat wajib. Bukan berarti  berdoa saat pergantian  tahun itu dilarang. 

Harapan

Barangkali ini yang dibahasakan oleh anak muda sebagai "resolusi", (maaf, kalau salah tolong dikoreksi).  Apapun istilahnya, harapan  merupakan sebuah keinginan mulia untuk  masa mendatang.

Setiap manusia normal pasti punya harapan. Tanpa itu hidupnya hampa. Bahasa kasarnya ab***mal. t

Tua-tua begini saya masih punya harapan agar ke depannya lebih baik dalam segala hal. Kalau tahun 2022 semangat menulis saya naik turun, mudah-mudahan untuk tahun 2023 dan seterusnya sampai ajal menjemput,  saya akan bangkit kembali. Mungkin itu saja. 

Masalah materi, No. Layar sudah tertutup untuk itu. Saya tak mikir lagi mau beli ini itu.   Cukup menikmati apa yang ada saja. Alhamdulillah, sekadar makan kami berdua  sudah terbilang cukup. Walaupun jauh dari kata mewah. Sayangnya seiring bertambahnya usia, selera makan kadang-kadang kembali ke dasar asli, di mana dahulu saya hidup bersama orang tua dan adik-adik di kampung halaman, makanan yang serba alami.

Kini yang penting,  kita semua termasuk sobat blogger dimanapun berada semoga  tetap sehat,  ibadah lancar dalam keteguhan iman dan taqwa.  Kita tetap saling menyapa, ukhuwwah Islamiayah tetap terjalin. Dan semangat menulis kita tak boleh padam.

Begitu pula suami dan anak cucu. Semoga dimudahkan dalam segala urusan, dilancarkan rezeki, saling hormat, saling menyayangi  dalam rumah tangga yang damai dan bahagia. 

Demikian coretan ini ditulis dalam rangka menyambut momen  pergantian tahun. Mari, sambut Tahun Baru 2023, dengan syukur doa,  dan harapan. Semoga bermanfaat. 

 Baca juga:

*****

Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
di Kerinci, Jambi.

26 komentar untuk " Yuk ...! Sambut Tahun Baru 2023 dengan Syukur, Doa, dan Harapan"

  1. semoga kita semua lebih baik di tahun 2023.... Aamiin YRA

    BalasHapus
  2. Malam pergantian tahun semalam saya biasa aja bund,gak gegap gempita menyambutnya😁sama saja seperti tahun"yg sebelumnya,hanya harapan dan doa semoga diberi kesehatan dan keberkahan ..amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bunda juga segitu, ananda. Malah dari muda gak pernah merayakan malam tahun baru. Selamat sore. Terima kasih telah singgah.

      Hapus
  3. Malam pergantian tahun baru ini aku malah di rumah saja Bu, emang biasanya begitu, tidak pernah ke alun-alun, ngabisin duit saja

    Semoga ibu Nur tetap sehat selalu 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin terima kasih doanya, Mas Agus. Si nenek ini orang kampung Mas. Tahun baru itu tak ngefek apa2 pada kami sekeluarga. Saat di rantsu sekarang ini vuman kebagian hiruk pikuknya saja. Selamat sore, terima kasih telah mengapresiasi. Doa sehat untuk keluarga di sana ya.

      Hapus
  4. Selamat memasuki tahun baru bu Nur. Semoga di tahun ini makin sukses blog nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Mas Warkasa. Mari kita bangun semangat bersama dengan saling memotivasi.

      Hapus
  5. Selamat tahun baru bunda, kiranya di tahun yang baru, 2023 segala doa dan niat baiknya dikabulkan oleh sang pemberi hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ananda. Ucapan yang sama untuk keluarga di sana. Selamat siang.

      Hapus
  6. ga berasa sudah memasuki tahun 2023. rasanya baru kemarin dalam masa pandemi dengan segala pembatasannya, kmudian mulai longgar dan akhirnya mulai terbiasa dengan kondisi yang ada. Pasti banyak bersyukur dan harapan untuk di tahun ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukur itu penting ya, Mas. Rivai, Sebagai terima kasih kita kepada Sang Pencipta. Doa sejahtera untuk keluarga di sana. Terima kasih telah mengapresiasi.

      Hapus
  7. Baru sempat berkunjung ke blog ini, semoga di tahun baru ini semakin berkah dan sehat selalu, semakin semangat menulis blog dan saling support. Tetap optimis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Maaf, Pak Vicky. Saya juga sudah lama tidak mampir ke blog Pak Vicky. Doa sehat untuk keluarga di sana ya.

      Hapus
  8. selamat tahun baru ibu. semoga sentiasa diberi rezeki, dikurniakan kesihatan yang baik dan berbahagia di samping keluarga. aminnnn

    BalasHapus
  9. Aku tuh berharap banget, kalo nanti bisa mencapai usia kepala 7 seperti bunda, aku ttp bisa aktif menulis. Jarang loh bunda yg sudah seusia itu tapi msh aktif ngeblog. Makanya saluuut banget Ama bundam ❤️

    Selamat tahun baru bund. Semoga selalu diberkahi dan Diksh kesehatan juga ketenangan hati oleh Yang Maha Kuasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ananda. Asal maudan tetap menjaga kesehatan pasti bisa. Sebab apapun kegiatan modalnya skesehatan. Awali pagi dengan minum air putih. Anggap sebagai ritual wajib. Selamat sore, terima kasih telah singgah.

      Hapus
  10. Saya sudah puluhan tahun aktif menulis blog dengan niche berita
    hal yang tak mudah pastinya ya
    perlu semangat dan selalu mengolah ide-ide

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ... Udah puluhan tahun. Tentu sudah kenyang dengan pengalaman. Saya baru 3 tahun. Plus di platform lain 3 tahun. Masih aja me-raba2. Terima kasih telah mengapresiasi, ananda. Selamat sore.

      Hapus