Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Alasan Janda Muda Tak Mau Menikah Lagi

Status janda adalah momok menakutkan bagi sebagian kaum hawa. Saking gamangnya, daripada bercerai ada wanita yang sanggup bertahan dalam segala kondisi.  Mulai diselingkuhi,  dimadu, sampai menjadi korban KDRT.

Hal ini dapat dipahami, karena masih melekatnya stigma miring terhadap janda. Sebagian masyarakat sering  menempatkan mereka pada posisi yang kurang adil. Padahal oknum wanita bersuami pun ada yang pantas dipandang sebelah mata karena tabiat jeleknya.

Kalau janda bercerai mati mungkin  ada sedikit simpati. Tetapi  menjanda tersebab perceraian, merupakan tantangan terberat bagi seorang perempuan muda.

Mulai dianggap saingan oleh para isteri gede cemburu, sampai dibully oleh kaum suami mata keranjang. Parahnya, jika si janda sudah muda cantik pula.

Sebaliknya tidak sedikit pula wanita yang sangat menikmati statusnya  sebagai janda. Setelah bercerai, atau ditinggal mati suaminya dia tak mau menikah lagi. Padahal banyak mereka yang masih muda dan tidak punya anak.

Sebelum menulis artikel ini, saya sering berbincang dengan beberapa janda kenalan saya. Mereka tegas menyatakan alasannya tidak mau menikah lagi.

 1. Trauma Lama Belum Usai

Orang dekat saya, Dara (44) bukan nama sebenarnya. Tak tahan terus-terusan dicemburui suaminya. Ibu satu anak ini hanya sanggup bertahan  4 tahun. Akhirnya dia menggugat cerai suaminya.

Dalam 4 tahun itu Dara memaksakan diri berdamai dengan kondisi. Beberapa kali pisah rumah balikan lagi. Tabiat suaminya tak pernah berubah.  Dia nekat membesarkan putrinya  sendirian.  Sekarang sang putri sudah lulus S.1.

Sampai kini janda muda itu tak mau menikah untuk ke dua kalinya. “Ngeri, Bu. takutnya punya laki cemburuan lagi,”  katanya.  

Setahu saya, banyak orang yang mau menikahi Dara. Duda ada, perjaka pun ada. Dia selalu menolak. Sampai sampai masyarakat  memberinya label  janda sombong tinggi stelan.

Kadang-kadang, trauma yang dialami gadis perawan atau  janda berpangkal dari kesaksiannya di lingkungan sekitar. Mereka pernah melihat kehancuran pernikahan orang tua atau saudara perempuannya. Sehingga berdampak negatif pada psikologisnya.  Dan menganggap tidak menikah adalah posisi paling aman.

2. Patah Hati

Patah hati adalah alasan lain janda muda tak mau menikah lagi. Menurut saya, dampak patah hati ini seiras dengan efek  trauma masa lalu. Bedanya kalau trauma lebih pada ketakutan dan kekhawatiran,  maka patah hati sejenis merajuk pada diri sendiri.

Penyebabnya bermacam-macam. Di antaranya tersandung problem cinta terlarang.  Karena sesuatu dan lain hal, tiba-tiba pihak orang tua tak menginginkan lagi anak menantunya bersatu.  Suami istri tersebut dipaksa bercerai. Sementara mereka masih muda dan saling sayang. Apa lagi kalau sudah punya anak. 

Karena tak tahan dengan tekanan, sang menantu pun mengundurkan diri. Lalu kabur  tak tentu rimbanya. Atau menikah lagi dengan wanita lain. Syukur nikahnya  bukan dengan gadis atau janda tetangga.

Jika perceraian berpangkal dari masalah mereka berdua, mungkin si perempuan masih bisa menerima. Istri mana yang tidak patah hati coba. Endingnya merajuk, gong keputusaan berdengung, merasa diri  tida berarti lagi.

Merajuk pada diri sendiri ini sangat berbahaya. Kalau kurang waspada, si wanita tidak hanya  ogah menikah lagi, malahan bisa depressi, kalau tak mau dikatakan gila.

3. Tak Rela Kamarnya Ditiduri Pria Lain

Tak rela kamarnya ditiduri pria lain adalah alasan logis bin lucu, bagi seorang janda muda tak mau menikah lagi. Tiga bulan lalu, saya menampung curhatan ET wanita   teman sekomunitas. Wanita cantik 52 tahun itu mengaku, semenjak kepergian suaminya  10  tahun yang lalu banyak lelaki yang coba merayu agar dia mau dijadikan istri. “Sampai-sampai saya memutuskan telepon rumah dan berkali-kali ganti nomor HP. Tak tahu entah mereka dapat nomor saya dari mana,” katanya.  

Saya bertanya, “Kendalanya apa? Tak boleh sama anak-anakkah?

“Gak kok Bu. Anak-anak malah menyarankan agar saya punya pendamping. Daripada sepi di rumah sendirian.” jawabnya. “Saya-nya yang tidak mau. Saya tak rela ada lelaki lain mengganti posisi suami saya. Apalagi masuk ke kamar tidur saya. Papanya membuat rumah untuk saya dan anak-anaknya. Bukan untuk orang lain.”  tambahnya.

“Mungkin alasan Tuhan segera menjemput beliau, agar saya menikmati  hidup dengan tenang. Khusuk beribadah, rutin berjamaah di Masjid, bebas mengunjungi anak. Mau ke Jakarta, mau ke Padang negok cucu, tiada yang larang.”

4. Kawin itu Mencari Anak

MJ nenek 72 tahun. Kepada saya  beliau berkisah. Dia  ditinggal nikah oleh suaminya  pada usia 23 tahun.  Saat itu kedua anaknya masih kecil. Sulung 3 tahun, si bungsu  9 bulan.

Semenjak itu  Nenek MJ ini tak pernah menikah lagi. “Semasa muda banyak lelaki yang mintak. Untuk apa saya kawin. Kasian dengan anak.  Saya enak tidur sama laki baru, anak saya sedih menekan perasaan. Belum tentu pula dia sayang pada anak saya. Bukankah kawin untuk cari anak. Anak yang ada disia-siakan,”  katanya.

Berkaca dengan banyak  kasus masa kini,  cara pikir Nenek MJ sangat cerdas. Seperti sering diwartakan oleh sejumlah media, tak terhitung jumlahnya anak-anak tewas disiksa ayah tirinya. Bahaya perkosaan oleh bapak tiri pun selalu mengintai,   jika si istri punya anak perempuan.

5. Ekonomi yang Mapan

Sering kita temui  wanita yang perekonomiannya mapan tidak mau menikah seumur hidup.  Prinsip ini banyak mendera janda muda atau perawan berkarier cemerlang.

Mereka tidak didominasi oleh siapapun, sibuk dengan pekerjaan, dan nyaman dengan kesendiriannya.  Kondisi  ini belum tentu mereka peroleh jika menjadi  seorang istri.

6. Terlalu Memikirkan Orang Lain

Terlalu memikirkan penilaian orang lain termasuk salah satu alasan mengapa janda muda tak mau menikah lagi pasca percerai.

Tradisi di kampung S, seorang janda khususnya janda punya anak, kebanyakan tak mau menikah lagi sampai akhir menutup mata. Mereka fokos membesarkan anak-anaknya, memeberikan pendidikan semampunya. Terlebih jika dia janda ditinggal mati suami.

Kalau ada yang nekat menabrak kebiasaan ini pelakunya menjadi  buah bibir orang sekampung. Dicap perempuan gatalan, dan segala cercaan   disematkan padanya.

Tudingan tersebut bukan tanpa alasan. Bayangkan setelah ibunya menikah, dia akan keluar dari rumah terus  pulang ke suami barunya. Sementara anak-anak masih kecil. Khusus di daerah S ini, lelaki yang siap menerima kehadiran anak tiri adalah manusia langka.

 Oleh sebab itu, dalam seratus jarang satu janda muda punya anak yang mau menikah lagi. Fenomena ini hanya masalah tradisi saja. Saya yakin tidak banyak berlaku di  tempat lain di negeri ini.

Demikian 6 alasan mengapa janda muda tak mau menikah lagi yang saya himpun dari  sejumlah nara sumber. Tujuannya sekadar berbagi. Bukan untuk mememojokkan pihak tertentu. Semoga bermanfaat. 

Baca juga: 

 ***

Ditulis oleh

Hj. Nursini Rais

di Kerinci, Jambi.

 

 

 

 

 

 

61 komentar untuk "6 Alasan Janda Muda Tak Mau Menikah Lagi"

  1. Alasannya beneran diluar kepala laki-laki ya mbak T.T

    Ibu saya janda, gapernah nanya kenapa ga mau nikah lagi.. Tapi kemungkinan besar karna alasa nomor 3 mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mas Andi. Saya pun tidak menduga jawaban ET yang spotanitas. Padahal dia masih muda, cantik pula.

      Wanita mana yang tidak ingin bahagia punya pendamping hidup sampai tua. Tapi dia mengesampingkan itu semua. Belum lagi kebutuhan biologis yang sering menyerang. Terima kasih telah mengapresiasi, Mas. Salam sehat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  2. Wuiiih informasi yang bermanfaat nih๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah singgah, Mas Warkasa. Selamat beraktifitas.

      Hapus
  3. Hmmm, bingung mau komen apa, yg jls salut buat wanita yg seperrti itu, bangga jika jd suami pertamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. He ... Usahakan jadi suami pertama dan terakhir bagi seorang wanita, Mas. Terima kasih telah singgah. Selamat sore. Salam hangat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  4. iya sekarang itu stigmanya kalau janda itu kurang baik,,
    padahal ya enggak jjuga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. Banyak kok. Oknum wanita bersuami kurang lebih baik ketimbang janda. selamat malam, Mas Rezky.

      Hapus
  5. Beberapa kali pernah ngobrol ama teman perempuan yang single parent, emang banyak yang harus dipertimbangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas. seorang ibu lebih memikirkan kepentingan anak daripada kebahagiaan diri sendiri. Terima akasih telah berkenan hadir..

      Hapus
  6. Kadang memang ada janda yang belum mau menikah lagi karena masih trauma, misalnya suami terdahulu suka main tangan akhirnya setelah menjanda ia tidak mau kawin lagi, takut dapat lagi suami yang galak dan suka mukul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trauma lama belum usai ya, Mas Agus. Mereka mengira semua lelaki itu sama. terima kasih telah mengapresiasi. Selamat malsm. Terima kasih telah singgah. Salam hangat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  7. Trauma lama yang belum usai ya, Mas Agus. Mereka mengira semua lelaki itu sama. terima kasih telah mengapresiasi. Selamat malsm. Terima kasih telah singgah. Salam hangat untuk keluarga di sana.

    BalasHapus
  8. Dan menyandang status janda di kita sangat berat ya bu
    belum apa-apa sudah dapat stigma buruk,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mbak Pipit. Padahal, cuman sedikit oknum janda yang genit. terima kasih telah mampir, salam sehat selalu.

      Hapus
  9. Status janda itu berat
    tapi status janda lebih bermartabat dibanding perawan tua bahkan lebih laku janda :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. berat wiss pokoknya jadi perempuan di +62

      Hapus
    2. Benar sekali, Mas Firli. Faktanya memang begitu. Terima kasih atensinya. Salam hangat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  10. Ibuku pun janda karna bapakku meninggal, tp beliau pgn menikah lagi kak, soalnya kedua anaknya di jakarta, ibuku sendirian di lampung, pengen punya teman katanya, hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau anak-anak menyetujui mungkin gak masalah baginya. Artinya beliau punya alasan untuk menikah. Bukan punya alasan untuk tidak menikah. Terima kasih telah mengapresiasi, Mbak Ursula. Doa sehat untuk keluarga di sana dan ibu di Lampung.

      Hapus
  11. kawen itu enak.. tapi mau menjaga pernikahan itu amat tidak enak..

    salam mbak dari seberang.. ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa lo, Mas. Dienak-enakan saja. He he ... Terima kasih telah mengapresiasi. Salam sehat pula dari seberang sini.

      Hapus
  12. Agak berat saya mau koment artikel ini Nek. Hihihihi, tapi beberapa kasus yang saya temukan semua mengarah ke patah hati yang terlampau dalam.

    salam Nek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahay... Patah hati yang terlalu dalam? Duniia tidak selepas lidah ayam, ananda. he he ... Selamat berhari minggu. Doa sukses untukmu selalu.

      Hapus
  13. sebenernya janda muda gini yang selalu dicari lelaki, tapi alasan itu masuk akal juga kok, banyak alasan kenapa janda muda memilih tidak menikah selain alasan itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Mas. Janda muda yang enggan menikah lagi mungkin lebih sedikit daripada yang mau menikah. Sebab menikah lain setelah berstatus janda bukanlah suatu dosa. Cuman banyak pertimbanganlah yang membuat mereka tersandung. Selamat malam Mas Khanif. Doa sehat untuk keluarga di rumah.

      Hapus
  14. Duh temanya berat sekali Ibu. Soalnya saya juga merinding kalau mendengar stigma janda. Jadi janda itu berat luar biasa. Apalagi di negara +62 *tutup muka

    Beberapa orang kenalan saya juga memutuskan menjadi single parent dan tidak menikah lagi. Alasannya juga sama seperti yang Ibu Nur utarakan di atas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, ananda Rani. Padahal, cuman segelintir janda yang kurang baik. Malah oknum perempuan bersuami pun belum tentu lebih baik daripada mereka. Selamat malam. Terima kasih telah mengapresiasi. Salam berkah Ramadan.

      Hapus
  15. Ayah saya berpulang di usia 44.
    Ibu saya menjadi single parent, selama kurleb 25 thn (karena Ibunda wafat usia 69)

    Yap selama 25 th itu, Ibu saya tegaaarr bgt bagaikan batu karang.
    boleh jadi, alasannya seperti yg ada di artikel ini, especially yg nomor 6

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasian ya, ananda Nurul. Coba kaum adam yang berada di posisi begitu. belum tentu dia setegar itu. Belum tumbuh rumput di kuburan mereka udah nikah lagi. Meski tidak semua. Selamat malam, salam sehat penuh berkah untuk keluarga di sana.

      Hapus
  16. Menurutku ekonomi yang mapan dan masih teringat dengan mantan suami adalah alasan yang paling masuk akal. Bagaimana pun itu adalah keputusan seseorang yang harus kita hormati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat ananda Rindang. Tiada manusia yang bisa mengubah isi kepala orang lain. Kecuali dirinya sendiri. Selamat malam, terima kasih telah singgah. Salam sehat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  17. Ya kalau perempuan berpikir seribu kali jika harus memulai dari awal lagi apalagi dengan pasangan baru ..mungkin malas saja harus mempelajari kebiasaaan dan adaptasi lagi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ananda Bayu. Terlebih jika si perempuan punya anak. Lebih baik memikirkan masa depan si kecil. Kadang suami baru tidak siap dengan kehadiran anak tiri. terima kasih telah singgah. Selamat malam. Salam berkah Ramadan.

      Hapus
  18. Alasan ke3 begitu mengetran hati mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow ... mau diapakan lagi, Mas Norfahrul. Doi ngomong ke saya kayaknya memang dari hati. terima kasih telah mengaggapi. Selamat beraktivitas.

      Hapus
  19. Menarik alasan-alasannya. Tapi keknya lebih banyak janda yang nggak menikah lagi dibanding para duda ya bu?

    Btw, alasan yang nggak pengen kamarnya ditiduri laki2 lain so sweeet banget. "Suami saya bikin rumah ini buat saya dan anak-anak, bukan buat orang lain." Duh, meleleh saya. Insya Allah kelak dipertemukan lagi di jannahNya kedua pasangan ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Mbak Marita. Betul sekali. di kampung saya juga begitu. Kayaknya kaum Adam lebih mudah move on ketimbang Emak-emak. Terima kasih telah mampir, salam sehat penuh berkah.

      Hapus
  20. Kalau perempuan biasanya bertahan single demi anak-anaknya ya, Nek. Kalau pendapat suamiku laki2 setelah bercerai hidup/mati memilih menikah lagi supaya ada yang ngurusin. Fufu~

    BalasHapus
  21. Kalau alasan kamarnya enggak mau ditiduri lelaki lain mungkin karena sangat cinta sama suami terdahulunya ya, Bu. Masya Allah... menurut saya mah alasan ini so sweet banget,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he ... alasan yang ini merupakan pengakuan yang tulus dari nara sumbernya, Mbak. Saya juga sempat terenyuh mendengarnya. doi cantik, muda, rumah bagus peninggalan almarhum suami. Padahal yang minta bukan orang sembarangan. Terima kasih tanggapannya. selamat siang.

      Hapus
  22. Memang label janda itu masih bagaimana gitu ya Bund di masyarakat. Sehingga saya kira setiap keputusan yang diambil baik yaa? saya sepakat dengan 6 alasan Bunda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetapi bagi beiau-beliau yang memilih tetap menjanda itu, mereka mereka melewatinya dengan santai saja. Terima kasih komentarnya ananda Laily. selamat beraktivitas.

      Hapus
  23. Ibu mertua saya janda dengan 5 anak laki-laki, menjanda karena suaminya meninggal saat anak-anak masih kecil-kecil. Lalu sempat menikah lagi satu kali, tapi kemudian bercerai. Setelah itu belio tidak mau menikah lagi sampai meninggalnya. Saya salut dengan blio yang sanggup menghidupi kelima anaknya sendirian. Di mata saya, hidup menjanda itu bukan aib koq selagi hidupnya lurus-lurus saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ... sempat menikah lagi satu kali, tapi kemudian bercerai. >>> memang sering begitu, ananda Wiwin. Untuk beradaptasi dengan pasangan baru itu bukan perkara gampang. Apalagi beliau punya anak lima. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat beraktivitas.

      Hapus
  24. Rasanya artikel ini nggak relevan buat saya, pengantin baru ๐Ÿ˜„ hehe. Tapi ini jadi wawasan juga buat saya, saya baru tahu kalau banyak janda yang tidak mau menikah lagi dengan berbagai alasan. Saya tidak pro maupun kontra, karena yang terbaik untuk setiap orang itu berbeda-beda.
    Kalau untuk laki-laki, apakah banyak juga dari mereka yang tidak ingin menikah lagi setelah menjadi duda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ...,Penagntin baru, keknya. Selamat menempuh hidup baru. Semoga sakinah. Panjang umur, panjang jodoh, murah rezeki banyak anak.

      Betul, mau nikah lagi atau tetap mendududa, keputusan ada pada tangan si duda. Terima kasih telah menanggapi. Salam sehat dari jauh.

      Hapus
  25. kegagalan membina rumah tangga memang sering menimbulkan trauma ya bu
    dan memang semuanya pasti ada alasannya, termasuk janda muda yang tidak mau menikah lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ananda Dian. Terlebih kalau si janda udah punya anak. Tapi ya, kembali pada pilihan masing-masing. selamat pagi. Terima kasih telah menanggapi. Salam sehat penuh berkah.

      Hapus
  26. Kalau kakak sepupu aku dulu jadi janda saat anaknya masih TK karena suaminya meninggal sampai sekarang anaknya udah nikah dia tetap gak nikah lagi, awalnya karena anaknya sih. Tiap orang punya pilihan & alasannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Salah satu alasan janda ditinggal mati suami tak mau nikah lagi karena kasian sama anak. Kalau bercerai hidup, ceritanya akan lain. Kadang mata rabun terhadap anak karena emosi dan panas. Terima kasih tanggapannya, ananda Lidya. Selamat pagi, selamat beraktivitas.

      Hapus
  27. Wah, tadinya lihat judulnya mengerutkan kening. Ternyata informasinya top banget.. Keren Mbak. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak Nani. Oh, ya artikelmu sudah dibaca dan dishare ke twitter. Terima kasih juga kunjungannya. Selamat beraktivitas.

      Hapus
  28. Banyak faktor mengapa janda tak mau menikah lagi. Uraian diatas sangat masuk akal. Kalaupun aku ada diposisi di atas. Kisah nenek 72 tahun itu adalah alasan yang sangat tepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, Mbak Atin. Menikah tujuannya mencari anak. Kalau udah punya untuk apa bersuami baru lagi. terima kasih telah mengapresiasi. Selamat malam minggu.

      Hapus
  29. Bundaaa...
    Alasan ini bisa jadi alasan mengapa wanita lebih setia daripada lelaki yaa..
    Semoga menjadi janda yang terhormat dan menjaga kehormatan sehingga Allah memberikan pahala berlipat dan keberkahan.

    Amiin~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ananda Lend. Kalau mereka tegar menyandang statusnya, insyaallah beliau-beliau itu pasti janda terhormat. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat berakhir pekan

      Hapus
  30. Kakak sulung saya pun seorang janda, belum ada anaknya.. sampai sekarang belum menikah lagi. Saya gak tahu dan gak nanyain juga apa alasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau belum punya anak, rugi tak mau nikah lagi, Mbak Andy. Sebaiknya dikasih saran pedapat tuh. Selamat berakhir pekan, terima kasih telah mengapresiasi.

      Hapus
  31. Beberapa kali lihat berita, anak menjadi korban kekerasan ayah tirinya. Duh! Gimana, ya. Seolah-olah mau ibunya ndak mau anaknya. Lagi-lagi anak jadi korban ๐Ÿ˜ฅ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasus ini yang paling ditakutkan. Padahal, laki-laki bisa pilih-pilih. Mau emaknya saja? Kenapa tidak nyari perempuan tanpa anak. Terima kasih atensinya, Mbak/Mas. Selamat malam.

      Hapus