Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Mini | Hantu Pocong

Ilustrasi Cerita mini hantu pocong (Sumber Gambar.pro, diambil dari mediapakuan.pikiran-rakyat.com)

Hujan rintik mengiringi azan subuh. Walaupun agak terlambat,  aku tetap nekat pergi ke musala. Karena telah menjadi rutintasku  sejak pensiun 8 tahun yang lalu. Jaraknya cuman 100 meter dari rumahku.

Jalan yang biasa kutiti itu sangat sepi, nyaris tak pernah bertemu pejalan kaki.  Kecuali mobil lewat. Di kanan jalan, rumah-rumah banyak yang kosong. Ditinggal  pemiliknya pergi ke Malaysia. Ada pula dua petak tanah yang ditumbuhi semak belukar.

Sebelah kanannya ada gedung SMP, yang akhir-akhir ini lampunya sering tidak menyala.

Bagiku kondisi tersebut biasa-biasa saja. Bertemu musang  segede bapak kambing adalah hal yang lumrah. Yang aku takutkan hanya 2. Pertama ketemu orang gila, kedua ketemu penjahat.

Alhamdulillah, belum sekali pun halangan itu merintangiku.  Kalaupun beberapa kali berpapasan dengan orang gila dan laki-laki yang tidak kukenal wajahnya, tetapi posisiku sudah mendekati musala. Kadang-kadang  setelah bergabung dengan teman sejamaah.

Sambil memasang mukena, aku  melangkah tergesa-gesa.  Tiba-tiba langkahku terhenti. Di kanan jalan terbentang sebidang tanah kosong. Aku setengah linglung, “kenapa aku sampai di sani?”

Allaahuakbar. Jantungku berdetak kencang. Ada hantu pocong mematung di sana. Kira-kira 20 meter dari tempatku berdiri. “Astaghfirullahal azdiim.”

Aku merinding, lutut dan tubuhku  gemetar, kakiku berat. Tiada siapa-siapa tempatku minta tolong. Hendak kupanah mukanya dengan cahaya senter, takut dia marah dan mengejarku.

“Bismillahirrahmaanirrahiim ....”  Kuhimpun energi yang masih tersisa. Aku berputar balik ke belakang. Sambil berlari sekuat tenaga, aku berteriak histeris. “Emaaakkk ...!”  Sampai di rumah, lemas seluruh jiwaragaku.  

Usai ngeteh dan sarapan pagi aku keluar rumah. Kubawa segudang penasaran yang masih bersarang di hati, menuju tempat misterius tadi malam.  Apakah lahan kosong dan hantu pocong tersebut masih di sana atau tidak.

Astaga ....! Ternyata tanah yang pagi kemarin semak belukar  kini sudah dibersihkan oleh empunya. Terus ditanaminya pohon pisang. Batangnya dia bungkus pakai karung plastik. Malam-malam tampak seperti hantu pocong berdiri. 

Baca juga:

****

 Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
di Kerinci, Jambi

8 komentar untuk "Cerita Mini | Hantu Pocong "

  1. hahahah, kalau uda ketakutan, pasti jadi parno lingkungan , nek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha .... Terbayang bukan? Jalanan sepi ketemu hantu pocong. Mungkin ilusi efek dari tergesa-gesa. Jadi pikiran tidak stabil. Terima kasih telah mengapresiasi, cucunda Fajar. Selamat Idul Adhau untuk keluarga di sana ya.

      Hapus
  2. Ini mah parno sendiri wkk
    Tapi kalau gelap emang suka halusinasi gitu si

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kagetnya level akut karena sebelumnya tak pernah ada rasa takut. Terperanjatnya mendadak. Untuk tidak pingsan sendirian. Ha ha. Terima kasih telah mengapresiasi, Mbak Zakia.
      ..

      Hapus
  3. Mengerikan awalnya, ternyata pohon pisang. ha.ha..ha...Salam sehat Bu Nur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam sehat kembali, Pak Eko. Terima kasih telah singgah. Selamat Idul Adha.

      Hapus
  4. Perasaan seram akan hantu atau hal mistik lainnya...Terkadang bisa menjadikan apa yang kita takutkan itu terwujud...Meski Fakta sebenarnya itu hanya halusinasi saja.😊😊

    BalasHapus
  5. Ternyata pohon pisang ditutupi karung, makanya kelihatan seperti pocong ya Bu Nur.😂😂😂

    BalasHapus