Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Tradisi Pernikahan Unik di Afrika, dari Belajar Seks Sampai Tes Malam Pertama

Ilustrasi 6 tradisi pernikahan unik di Afrika (Foto d.pinterest.com. Diambil dari www.idntimes.com)
 
Pernikahan adalah peristiwa syakral dalam sejarah kehidupan anak manusia. Ia menyatukan hubungan dua insan berlainan jenis yang berpadu dalam sebuah kancah yang disebut cinta.

Kerena adanya perbedaan zaman,  agama, tradisi yang turun temurun, dalam pelaksaannya masing-masing suku bangsa dan daerah mempunyai kebiasaan yang unik yang kadang-kadang bikin ngakak.

Berikut 4 pernikahan teraneh di Afrika yang dihimpun dari berbagai sumber:              

1. Pelajaran seks saat malam pertama

Di beberapa desa di Afrika saat pasangan yang akan melakukan malam pertaama, Kepala Desa bersembunyi dibawah ranjang pengantin. Dari sini dia akan memberikan arahan bagaimana cara pengantin wanita memuaskan suaminya.

Kepala Desa itu tetap berada di ruangan tersebut untuk berjaga-jaga, jika suatu waktu petunjuknya masih dibutuhkan.

Kisah ini mengingatkan saya pada cerita nenek-nenek zaman dahulu. Konon tradisi tersebut juga berlaku di beberapa daerah di  tempat kami. Tetapi yang berjaga-jaga perempuan perumur dari pihak keluarga mempelai wanita.

Tanpa sepetahuan ke dua mempelai, mereka menyelinap ke bawah tempat tidur pengantin secara diam-diam.

Tujuannya bukan buat memberikan komando. Tetapi untuk mengetahui apakah pengantin wanita mau melayani suaminya atau tidak. 

Kalau tidak, besok paginya dia akan dimarahi bahkan sampai dipukul. Maklum, semasa itu rata-rata gadis kampung menikah diusia muda. Antara 12-13 tahun.

2. Pengantin perempuan harus diludahi

Tradisi ini berlaku pada suku Massai di Kenya. Saat proses pernikahan, ayah atau saudara laki-laki pengantin perempuan meludahi bagian kepala mempelai perempuan. Tujuannya untuk memberikan restu dan berkat pada kedua pengantin baru.

Pasangan tersebut berjalan menuju rumahnya tanpa menoleh ke belakang. Jika menoleh dikhawatirkan akan menjadi batu.

Guna menangkal nasib buruk, kadang-kadang para  wanita dari keluarga calon pengantin pria akan menghina calon pengantin wanita.

Setelah itu mereka baru melepaskan sepenuhnya mempelai wanita menjadi tanggung jawab penuh suaminya. Selain itu, pria di sini diharuskan menikah dengan perempuan yang lebih muda daripadanya

3. Pengantin diculik

Sebelum perkawinan berlangsung, orang-orang Himba di Namibia menculik calon pengantin. Usai ritual pernikahan,  pengantin wanita dibawa ke rumah di mana keluarga akan menyampaikan apa yang akan menjadi tanggung jawab seorang istri.

Kemudian dia (pengantin wanita) diurapi dengan lemak sapi. Praktik ini sebagai bukti bahwa dia diterima menjadi bagian dari keluarga suaminya.

Penculikan calon pengantin wanita juga berlaku di beberapa daerah di tanah air. Umpama bagi masyarakat orang rimba di pedalaman Provinsi Jambi. Konon apabila sepasang remaja yang hendak menikah, pemudanya tak mampu membayar persyaratan yang detetapkan oleh adat, maka sang gadis akan dibawa kabur oleh pemuda dalam hal ini adalah calon suaminya. Setelah itu mereka wajib dinikahkan. 

Tradisi serupa juga berlaku di beberapa daerah lain. Seperti di Lampung Melinting, Lampung Timur,  di Lombok oleh Suku Sasak. Teknis atau prosesnya sesuai dengan adat istiadat  daerah masing-masing.

4. Istri harus melahirkan 2  anak

Orang Neur, Sudan dan bagian sungai Nil lainnya, Calon mempelai pria hurus membayar 20-40 domba dan istri harus melahirkan 2 anak. Jika hanya punya anak 1, suami akan minta cerai. Istri mengembalikan ternak dan hak asuh  jatuh pada suami.

Jika suaminya meninggal, keluarga suami harus menyerahkan kakak almarhum kepada istrinya. Semua anak-anak menjadi tanggung jawab kakaknya.

5. Tidak boleh tersenyum saat menikah

Lazimnya, hari pernikahan selalu identik dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Beda situasi dengan di Kongo.  Di sana senyum hal yang tabu bagi para pengantin saat menjalani ritual pernikahan.

Masyarakat setempat menganggap tersenyum sebagai indikasi bahwa kedua pengantin tidak seriuas menjalani perkawinan.

Oleh sebab itu, selama proses pernikahan berlangsung pasangan pengantin Kongo selalu menampilkan ekspresi wajah serius dan datar. Sekalipun saat sedang dipotret. Tetapi, setelah acara selesai, saat mereka berbulan madu,  pasangan pengantin boleh tersenyum. 

6. Tes malam pertama

Seremoni tes malam pertama ini dipaktikan oleh masyarakat Banyankole, Uganda Barat. Bibi pengantin wanita melakukan tes malam pertama pada kedua pengantin.

Sang bibi bertanggung jawab penuh untuk menginformasikan kekuatan kejantanan pengantin pria. Untuk itu mereka harus melakukan hubungan seksual terlebih dahulu.

Bagi pengantin wanita, bibi akan menguji apakah dia masih mempertahankan keperawanannya sebelum menikah atau tidak.

Dalam beberapa kesempatan, sang bibi boleh mendengar, menonton, bahkan memandu pengantin saat melaksanakan malam pertama.

Demikian 6 tradisi pernikahan terunik di Afrika dari belajar seks sampai tes malam pertama. Semoga bermanfaat. 

Baca juga:  

*****

Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
Kerinci, Jambi

Referensi:

·        https://www.idntimes.com/hype/fun-fact

·        https://www.arahkita.com/lifestyle/wedding

·        https://kumparan.com/kumparanwoman

·        https://akurat.co/5-tradisi-pernikahan-

20 komentar untuk "6 Tradisi Pernikahan Unik di Afrika, dari Belajar Seks Sampai Tes Malam Pertama"

  1. tes itu wah gimana ya...kalau zaman sekarang bisa di pasang kamera intai itu he he he...

    Terus tradisi bawa kabur Indonesia dengan afrika kayaknya beda. di Afrika itu termasuk komponen adat yang sakral. Di Indonesia namanya rampok manten ha ha ha.

    Saya kebetulan pernah ke Vietnam, Russia dan beberapa negara Afrika. Banyak hal unik perihal pernikahan di negara negara ini.

    Sebenarnya karena pengaruh zaman perlahan adat istiadat mulai terkikis, apalagi pihak pemerintah juga mulai gencar melakukan edukasi dan membuat kawula mudanya mulai 'malu' menerapkan tatanilai masa lalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dipasang kamera intai? Wah ide yang cerdas. Wah ..., Mas Sofyan sudah puas keliling dunia ya. Saya ngiri he he he.... Tetapi kadang walaupun diberikan edukasi, mengubah tradisi lama itu amat sulit. Katanya takut dikutuk para leluhur. Selamat malam, Terima kasih informasi tambahannya.

      Hapus
  2. Hahaha ngakak bu nur liat tradisi di afrika,, kayaknya bgus jik d tradisikan juga di indonesia hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nomor satunya berlaku di Indonesia, Maukah you jadi kepala desa, ccunda Fahrul? He he ...

      Hapus
    2. Haha mau sih kd kepala desanya tp aku gak yakin bisa tahan ngeliat orang malam pertama, bisa2 ikutan main hihi

      Hapus
    3. Nah..., itu dia ciri cowok normal. he he ....

      Hapus
  3. memang beda tempat beda tradisi ya bunda...nomor satu agak bikin ku mikir keras...gimana caranya ya mau malam pertama tapi ada kepala desa ngumpet di bawah ranjang...bisa berabe yang ada hahahha..maaf aku jadi ingin senyum senyum bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha .... bunda juga mengulum saat menulisnya, ananda Mbul. Alangkah rajinnya sang kepala desa. Kayak kurang kerjaan ajah. selamat malam, doa dan salam sehat dari jauh.

      Hapus
  4. yaampun ada-ada aja.. tradisi nya unik dan ngeri.. haha
    untung di Indonesia gak begini.. jadi takut nikah kalo begini.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he ... Kayaknya di bagian ini bangsa kita lebih maju daripada mereka ya, ananda Thiya. Selamat pagi. Terima kasih telah singgah. Salam sehat buat keluarga di sana ya.

      Hapus
  5. Waduh, aneh2 aja ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukur kita terlahir dan di besarkan di Indonesia ya, Mas. Tak ada tradisi aneh2 dalam adat pernikahan. Selamat malam, Mas. Terima kasih telah hadir.

      Hapus
  6. Hahahha ngeri bunn.. ngeriii.. Untung tinggal di Indonesia..

    Soal penculikan calon pengantin, kebetulan ada beberapa anak gadis di satu lingkungan RW wilayah ayah saya pernah mengalami ini. Usianya juga bisa dibilang masih di bawah umur karena baru saja lulus SMP, ya mau gak mau akhirnya dinikahkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal serupa berlaku bagi orang rimba di pedalaman provinsi Jambi. Kalau tak pemudanya ada duit untuk bayar persyaratan nikah, diam-diam calon pengantin perempuannya dibawa kabur. Selamat sore, ananda Naia.

      Hapus
  7. Wah, kalau di Indonesia tang tes tes ini bisa digebukin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha .... selamat sore, ananda Supriayadi. Beruntung kita lahir sebagai bangsa Indonesia, Ya. Terima kasih telah mampir.

      Hapus
  8. beda tempat beda tradisi si ya.. menarik infonya ini kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lain lubuk lain ikannya ya, Mbak. Lain padang lain belalang. Terima kasih telah singgah. Selamat malam.

      Hapus
  9. Astagaaaa wakakakaka.
    Sampai pake diajarin segala ya, hahahaha

    Saya pernah nonton film Korea deh kayaknya, di mana sang raja diajarin malam pertama ama orang-orang tua kerajaan gitu.

    Jadi pas malam pertama gitu, yang ngajarin ada di depan pintu kamar, kasih petunjuk ini itu, apa yang harus dilakukan, gimana modelnya, wakakaka
    Geli dan kocak amat sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gawean itu tidak perlu diajar, hewan pun bisa. Orang bisu gak bisa ngomong pun paham dia. Sampai punya anak 5. He he ... Beruntung kita jadi orang Indonesia. Tiada ritual yang aneh-aneh saat malam pertamama. He he ... selamatsiang,, ananda Rey. Doa sukses untukmu selalu.

      Hapus