Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gebyar Menyambut HUT RI ke 77 dan Pedagang Pernak-pernik Merah Putih

Ilustrasi Gebyar Menyambut HUT RI ke 77

A. Gebyar Menyambut HUT RI ke 77 

Hai,  sobat-sobat bloggerku  yang cantik dan ganteng. Kali ini Nenek celotehnur mengajak kalian menyaksikan gebyar menyambut HUT RI ke 77, terus nongkrong di lapak pernak-pernik merah putih.

Sejak pertengahan Juli  sampai kini, antusiasme masyarakat Indonesia menyongsong 17 Agustusan 2022 mulai menggeliat. Khususnya  di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Spanduk, baliho, dan banner bertuliskan HUT RI ke 77  bertaburan di sudut-sudut kota 

Ilustrasi Gebyar Menyambut HUT RI ke 77
 
Umbul-umbul berkibar sampai ke pelosok desa. Kantor-kantor pemerintah dan swasta, gedung sekolah,  toko-toko dipercantik dengan bendera rempel  merah putih, dan dekor lainnya. Bila malam telah tiba, suasana kian terasa eksotis  bermandikan cahaya lampu  yang berkelap-kelip. 

B. Pedagang Pernak-pernik Merah Putih di Trotoar 

Ilustrasi Gebyar Menyambut HUT RI ke 77
 
Yang menarik, di sana-sini,  terutama di  trotoar-trotoar yang melingkari Lapangan Merdeka  Kota Sungai Penuh, berjejeran penjual  pernak-pernik HUT Kemerdekaan, RI. Lagi-lagi didominasi  nuansa merah putih, sebagiannya pakai bakground burung garuda. 

Saya bergumam, “Meskipun cuman pedagang kecil, rata-rata mereka punya kelebihan yang belum tentu dimilki semua orang. Insan-insan tersebut pintar membaca peluang, pandai mengkalkulasi untung rugi.”

Di akui atau tidak, rata-rata insting para pedagang sejati itu tajam. Contohnya, di masa pandemi, mereka melengkapi dagangannya dengan masker. Menyambut perayaan  Hari Proklamasi, menjual bendera dan umbul-umbul. Begitu seterusnya. Intinya, tiada momen yang mereka biarkan berlalu sia-sia. 

Ilustrasi Gebyar Menyambut HUT RI ke 77
 
Kemarin saya minta pada cowok gantengku mampir ke salah satu lapak  pernak-pernik merah putih. Di sela-sela Mas Pedagangnya melayani pembeli, mata saya jelalatan memperhatikan barang-barang yang terpajang di sepanjang area yang dia kuasai. 

Saya minta izin memotret menggunakan bahasa Minang. “Nak! Buliah ndak, Ibuk numpang motret?” 

“Silakan Ibuk!” balasnya dengan logat Sunda, seraya menata dagangannya.   Eh ..., ternyata doi orang Jawa Barat. 

Pria hitam manis itu mengaku, dia hanya pedagang musiman, yang datang ke Kota  Sungai Penuh ini sekali setahun. Tepatnya setiap bulan Juli. Sekadar bejualan perlengkapan tujuh belas Agustusan saja. “Ntar 15 Agustus saya kembali lagi ke Bandung,” katanya.  

“Apakah barang-barang ini  sudah jadi dari Bandung atau jahit di sini, Mas?”

“Bawa siapnya, Bu. Di sini tak ada penjahitnya yang standar,” jawabnya. Tak tahu apa yang dia maksud dengan penjahit tidak standard. Apakah hasilnya kurang bagus atau apa. 

Ilustrasi Gebyar Menyambut HUT RI ke 77
 
Tetapi, melihat harganya udah standard menurut kantong saya. Umpamanya, selembar umbul-umbul dihargainya antara Rp 15 – 50 ribu. Tergantung bahan dan ukurannya. Satu bendera merah putih 90 x 60 cm, Rp 25 ribu. Tetapi saya tidak nawar. Karena tiada rencana mau beli. Bekas lama masih bagus.

“Maaf. Kalau boleh sedikit kepo, omset per harinya  berapa, Mas? 

“Lumayan, Bu. Cukup buat makan dan bayar kontrakan,” balasnya.

Belum 10 menit nongkrong di sana, cowok gentengku ngajak pergi. Saya pamit sama si Mas. Padahal masih banyak hal yang belum sempat saya tanyakan padanya. Semisal Namanya siapa, Bandungnya daerah mana dan lain-lain sebagainya. 

Demikian Gebyar menyambut  HUT RI ke 77 di Kota Sungai Penuh, dan obrolan bersama  Pedagang Pernak-pernik Merah Putih di Trotoar. Semoga bermanfaat. Terima kasih. 

 Baca juga: 

*****
Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
di Kerinci, Jambi

Sumber ilustrasi: Dokumentasi Pribadi

24 komentar untuk "Gebyar Menyambut HUT RI ke 77 dan Pedagang Pernak-pernik Merah Putih "

  1. sama seperti dibandung, lagi euforia masang" lampu sama umbul umbul untuk acara 17 agustus ..sehat terus mba nur and keep blogging.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih doanya, Mas Satrio. Amin. Terima kasih telah mengapresiasi. Doa sehat untuk keluarga di sana ya.

      Hapus
  2. wah, jadi ingat belum pasang bendera. Biasanya sejak awal Agustus suami segera pasang bendera Merah Putih dan baru dilepas setelah masuk bulan September. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, ananda Naia. Kalau perayaan hari kemerdekaan, tanpa diperintah pun si kakek pasti pasang umbul2 dan bendera duluan. Beda dengan perayaan hari lain. Terima kasih telah mampir, ananda Naia. Doa sehat untuk anak2 di rumah.

      Hapus
  3. hihihi lucu juga percakapannya. mulai bulan agustus di mana-mana sangat antusias dipasang umbul-umbul dan nuansa merah putih. Ketika Agustus menyongsong, vibes nasionalisme nya dah mulai naik :D

    selamat hari merdeka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam merdeka, ananda Amir. Wajar kita2 ini antusias menyambut 17 Agustusan. Mengingat perjuangan merebut kemerdekaan itu tidak mudah. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat siang.

      Hapus
  4. Produk Dagangannya juga musiman. Biasanya klo bagi blogger yang lg trending apa.
    Setidaknya pasti juga jual jas hujan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bloger profisional pasti malakukan riset tentang apa yang lagi trending. Kecusli blogger lansia seperti saya. He he ... Nulis semaunya saja. Terima kasih telah mengapresiasi, Mas Selamat malam. Maaf telat merespon. Lagi OTW.

      Hapus
  5. saya paling paling beli bendera merah putih....hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Yang penting merah putih, tak pernah dilupakan, meskipun berada di belahan dunia lain ya, Mas Tanza. Selamat malam dari tanah air.

      Hapus
  6. Di indonesia bulan agustus itu wajib rame hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Eko. Di kampung saya saja di daerah kecamatan, setiap 17 Aguetus rame dan dilaksanakan bermacam2 lomba. Cuman saya lama covid kegiatan ditiadakan. Mungkin tahun ini kemeriahan lama bisa diulang kembali. terima kasih telah singgah, Selamat sore. Maaf telat merespon. Maklum lagi OTW ke kota ptovinsi, nengok cucu.

      Hapus
  7. Duluuuu aps masih kerja kantoran, saya sering beli hiasan2 merah putih tiap mendekati 17an bunda . Soalnya kantor suka ngadain perlombaan dekor kantor cabang, dan yg paling meriah dapat hadiah. Jadi kami sesama staff suka beli pernak pernik ๐Ÿ˜. Tapi Krn udh ga kerja, udh ga pernah lagi sih. Bendera di rumah masih bagus hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok semangatnya dibiarkan layu, ananda. Masalah hadiah urusan belakangan, minta aja sama cowok ganteng di rumah. Haha .... Terima kasih telah mengapresiasi. Salam sayang dari jauh.

      Hapus
  8. Sama Bu, disini juga kalo sudah bulan Agustus banyak yang jualan bendera pinggir jalan, cuma aku belum pernah beli sih, beli benderanya di toko online.๐Ÿ˜…

    Ternyata yang jualan orang Bandung ya Bu.๐Ÿ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Agus. Yang jualnya orang Bandung, orangnya tamah. Terima kasih telah singgah, selamat malam.

      Hapus
  9. Alhamdulillah ya Nek, kita masih diberikan kesempatan untuk menyaksikan momen kemerdekaan yang kesekian kalinya. Semoga semangat perjuangan terus berkobar di jiwa.

    Gimana kabarnya Nek? Lama sudah nggak mampir kesini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sehat, cucunda. Terima kasih doanya. Terima kasih juga telah singgah. Selamat sore. Doa sukses untuk mu selalu.

      Hapus
  10. Awal agustus saya coba-coba kulakan pernak pernik merah putih dan dijual di toko, Alhamdulillah laris, mengambil peluang diwaktu yang tepat

    Bismillah.. Semoga komen saya sudah muncul bu hajjah ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, muncul, Mas Admin. Alhamdulillah juga usahanya membuahksn hasil. Terima kasih telah mengapresiasi. Doa sehat selalu untuk keluarga di sana.

      Hapus
  11. bulan agustus ini memang meriah sekali ya bu nur
    rasanya bakal kangen klo udah ga agustus lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas Ikrom. Tapi khusus di desa kami, tahun ini belum seheboh sebelum covid. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat malam.

      Hapus
  12. paling rame di jalanan biasanya waktu tahun baru atau hari kemerdekaan, kalau pas di bulan Agustus, di pinggir jalan banyak yang jual spanduk merah putih, umbul-umbul merah putih, seneng liatnya. Momen merayakan hari kemerdekaan paling seru dimulai lagi di tahun ini setelah 2 tahun pandemi

    BalasHapus