Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belanja Takjil di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo Sungai Penuh

Ilustrasi : Belanja Takjil  di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo  Sungai Penuh (Pasar Takjil di Tanjung Tanah) 

Dahulu saat Ramadhan, berburu takjil di Pasar Mambo Kota Sungai Penuh merupakan kebahagiaan tersendiri. Terlebih  mengikutsertakan anak-anak. Wow ... Serasa mau diborong semua makanan kesukaan. Sayang duitnya sering gantung. 

Pasar takjil Ramadhan ada di mana-mana

Ilustrasi : Belanja Takjil  di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo  Sungai Penuh (Kesibukan pedagang aneka makanan di Pasar Takjil Tanjung Tanah)

Kini zaman telah berubah. Beberapa tahun terakhir, masyarakat di pedesaan  Kerinci tak lagi mendewakan  Pasar Mambo  untuk berburu kuliner pembuka favoritnya. 

Pusat  Takjil Ramadhan  ada di hampir setiap desa. Di sekitar tempat tinggal saya setidaknya ada 3 titik pusat kuliner pembuka. Salah satunya (terdekat) di Desa Tanjung Tanah.  Posisinya di samping Masjid Alhsan Tanjung Tanah.  

Di sana dapat ditemui aneka menu berbuka  puasa. Mulai jenis sambal, kue-kue modern dan tradisional, gorengan,  minuman,  seperti es campur, cendol, sampai buah-buahan, dan sebagainya. Rata-rata makanan dijamin dalam kondisi baru. 

Rasa enak harga bersahabat

Ilustrasi : Belanja Takjil  di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo  Sungai Penuh  (Penjual menu pembuka di Pasar Takjil Tanjung Tanah)

Soal rasa tak usah khawatir.  Seiring meningkatnya taraf pendidikan warga, kini sebagian besar masyarakat pedesaan sudah pintar-pintar memasak. 

Terlebih sejak lancarnya arus perlintasan manusia antara Kerinci - Malaysia, Kerinci dan kota-kota di seluruh Indonesia.  Tak heran,  di antara jajanan  yang dijual di desa-desa belum ditemui di Pasar Mambo.  Salah satunya roti canai.  

Masalah harga, sangat ramah di kantong,  malah lebih murah. Contohnya, sebungkus cendol dalam kondisi kosong  (belum dikasih kuah santan dan gula), di Kota-kota dibandrol  Rp 5 ribu, di Tanjung Tanah cuman Rp 3 ribu.  Porsinya sama. 

Toh, orang tak mikir sewa lapak. Asal mau berjualan, silakan bangun tenda! Seratus persen gratis. 

Jam buka Pasar Takjil Tanjung Tanah

Ilustrasi : Belanja Takjil  di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo  Sungai Penuh. (Warung Mak Dul  siap melayani pembeli)

Pasar Takjil Ramadhan Tanjung Tanah mulai buka pukul setengah dua sampai  setengah empat.  Bagi kalian   yang  ingin belanja di sana,  jangan lewat  dari batasan tersebut. 

Penjual takjil di kedai dan gerobak

Ilustrasi : Belanja Takjil  di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo  Sungai Penuh (Salah satu warung gerobak di Desa Simpang Empat Tanjung Tanah)

Oh ya, seperti  di daerah lainnya, buka puasa tak hanya dapat dibeli di pasar-pasar takjil.  Tetapi ada dimana-mana. 

Selama Ramadhan, sebagian penduduk yang berdomisili di pinggir jalan menyulap halaman depannya buat berjualan menggunakan gerobak.  Ada juga yang menggelarkan dagangannya di  kedai/ruko.

Ilustrasi : Belanja Takjil  di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo  Sungai Penuh (Pemburu takjil antri di kedai  Mak Dul di Simpang Balai Tanjung Tanah)

Konsumen tinggal pilih. Cita rasa dan tarifnya  rata-rata sama dengan yang di pasar kuliner desa. Ngapain belanja  jauh-jauh,  menguras energi, menghabiskan BBM. 

Demikian keseruan berburu takjil  di Tanjung Tanah, jika dibandingkan dengan di Pasar Mambo  Kota Sungai Penuh. Semoga bermanfaat, dan selamat berpuasa.

Baca juga:

 Sumber ilustrasi: Dokumentasi pribadi

*****
Penulis,
Hj, NURSINI RAIS,
di Kerinci, Jambi

24 komentar untuk "Belanja Takjil di Tanjung Tanah, Tak Kalah Seru dengan di Pasar Mambo Sungai Penuh "

  1. Balasan
    1. Meriah memang Wak. Yuk, sesekali melancong ke sini. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat pagi.

      Hapus
  2. Selamat berpuasa Ibu Nur. Moga dipermudahkan urusan ibadat sepanjang bulan mulia ini.
    Meriah sungguh suasana di pasar-pasar takjil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ramenya selama bulan puasa saja, ananda Amie. Setelah lebaran sepi kembali. Selamat pagi. Terima kasih telah singgah.

      Hapus
  3. rame ya.... dan banyak makanan enak enak.....
    bikin lapar melihatnya...
    hehehe.... 😁🀣😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rame, Mas Tanza. Tapi enaknya dilihat menjelang waktu berbuka saja. Setelah itu mulut enggan menganga, gigi malas mengunyah. He he.

      Hapus
  4. Takjil memang makanan khas Ramadhan seperti juga kolak. Disini juga ada pasar dadakan, khusus jualan makanan untuk buka puasa seperti takjil, kolak, es buah, gorengan dan lainnya. Enak dan juga murah.πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi tahun ini pedagangnya banyak banget, Mas Agus. Beda dengan tahun2 sebelumnya. Terima kasih telah singgah. Doa sejahtera untuk keluarga di sana ya.

      Hapus
  5. Berburu takjil emang paling seru. Sampai kadang2 bingung mau beli yang mana, terkadang hanya lapar mata aja πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak jarang udah dibeli tapi tidak dimakan ya, Bang Siregar. Salam sehat buat keluarga di sana.

      Hapus
  6. kalau nyari takjil emang paling seru, banyak pilihan makanan dan bingung mau beli yang mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ujung2nya, dibeli tapi tidak dimakan. He he .... Selamat malam ananda Ainun. Salam sehat buat keluarga di sana ya.

      Hapus
  7. paling suka ini lihat apsa takjil ramadhan, serasa mau dibeli semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he. .. Saya juga begitu, Mbak Tira. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat berpuasa.

      Hapus
  8. Berburu takjil memang salah satu hal yg dinantikan saat puasa ya bunda, aku yg nggak puasa aja kalau weekend pasti bikin takjil, ga ma kalah ama yg puasa pokoknya hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, ananda Ursula. Karena kita dihipnotis oleh rasa lapar mata. He he.... terima kasih telah mengapresiasi. Selamat sore.

      Hapus
  9. Di depan tempat tinggal saya juga banyak yang jualan takjil Bu, pokoknya nggak bisa dah sering-sering ke sana, bahaya banget buat dompet hahaha.
    Kapan hari saya ke depan bareng anak-anak, melayang lagi duit merah hiks, saking banyak ragam takjil, dan semua menggoda hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha .... Begitulah nilainya duit. Padahal setelah dibeli, belum tentu dimakan. Di sanalah ujian bagi mata orang yang berpuasa. Enaknya masak sendiri ananda Rey. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat berpuaa.

      Hapus
  10. auto ngiler saya bu nur
    apalagi lihat es nya yang berankea ragam
    untung sebentar lagi mau berbuka hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha .... Setelah buka, semuanya lupa ya, mas Ikrom. Terima kasih telah singgah. Selamat berpuasa.

      Hapus
  11. Itulah serunya Ramadan, berburu bukaan menjelang sore πŸ˜„. Tapi THN ini kalo ditempatku agak beda Bunda, sepi, dibandingin THN lalu. Jualannya juga ga terlalu beragam. Makanya aku JD jarang beli. Minta si mbak asisten bikin aja.

    Tapi jadi inget zaman masih di Aceh, cari bukaan itu kayak udh wajib. Dan seneeeng aja ngeliat banyak makanan, walo kadang laper mata doang πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enaknya memang produk sendiri ya, ananda Fanny. Meskipun Mbak asisten yang bikin, di bawah komando nyonya rumah. Jelas kebersihannya, jelas bahan2nya. Bunda tuh sejak tahun2 terakhir penyakitnya malas masak. He he .... Makannya tidak seberapa. Cuman berdua sama si kakeknya. Tapi belinya sesekali. Bukan terus2an. Selamat berpuasa, terima kasih kunjungannya.

      Hapus
  12. Enaknya memang produk sendiri ya, ananda Fanny. Meskipun Mbak asisten yang bikin, di bawah komando nyonya rumah. Jelas kebersihannya, jelas bahan2nya. Bunda tuh sejak tahun2 terakhir penyakitnya malas masak. He he .... Makannya tidak seberapa. Cuman berdua sama si kakeknya. Tapi belinya sesekali. Bukan terus2an. Selamat berpuasa, terima kasih kunjungannya.

    BalasHapus