Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengulik "Keajaiban" Ikan Semah Kerinci, Menu Favorit Penggila Kuliner

 Kuliner

 
Ilustrasi Keajaiban  Ikan Semah Kerinci

Yang belum kenal ikan semah Kerinci yuk, merapat! Akan saya kabarkan pada kalian tentang "keajaiban" ikan paling enak ini hingga jadi menu favirit penggila kuliner.  

Mengenal Ikan Semah Kerinci

Ikan semah adalah ikan air tawar yang tercatat sebagai ikon Kabupaten Kerinci, Proninsi Jambi.  Makhluk yang berkerabat dengan ikan mas ini berhabitat di sungai berarus deras dan jernih. Di Kerinci sini, Sungai Merangin  merupakan rumah yang  cocok bagi ikan semah untuk beranak pinak.

Tetapi, di daerah-daerah tertetu ikan semah juga  bisa hidup di sungai yang beraliran tenang.  Contohnya, di kampung halaman saya Inderapura Sumatera Barat sana. Namun, dagingnya tidak segurih ikan semah khas Kerinci. 

Ilustrasi Keajaiban Ikan Semah Kerinci
 
Tak heran Gulai ikan semah Kerinci menjadi favorit bagi penggila kuliner.  Sebagian besar pelancong yang datang ke Kabupaten Kerinci, tidak akan melewatkan bersantap di rumah makan yang menyediakan menu ikan semah. 

Lalu apa istimewanya ikan semah Kerinci ini, sampai-sapai menjadi favorid bagi penggila kuliner? Ikuti ulasan berikut sampai tutas!

1. Meningkatkan selera makan

Ilustrasi Keajaiban  Ikan Semah Kerinci
 
Dari kecil sampai setua ini, saya tidak terlalu doyan makan ikan. Terutama ikan-ikan air tawar yang licin. Namun, kapan suami dan anak-anak minta dibuat sambal ikan lele, atau baung,  atau patin,  atau ikan licin lainnya, saya tak pernah menolak.  Usai memasak, saya keramas dan ganti baju. Selera makan saya drop 80%.

Tetapi, yang judulnya ikan semah, mulai mengolahnya menjadi menu kesukaan, senangnya tiada terkira. Giliran makan nambah sampai 2 kali. Sebab, daging ikan semah yang kamek bin legit, anti amis,  membuat mulut saya sulit menahan kunyah. Dampaknya, tentu kebutuhan nutrisi  terpenuhi.

Setiap hari  berturut-turut selama seminggu makan ikan semah  saya belum bosan. Masakan andalannya ala kampung.  Goreng  balado, gulai pedas berkuah santan, tak ketinggalan juga masak  asam padeh.   Waw ..., saat makan, mertua lewat di belakang pun tidak kelihatan. Ha ha .... 

Uniknya, ikan semah Kerinci tidak hanya dagingnya bikin ketagihan. Sisiknya yang lembut dan gurih dikunyah mirip tulang rawan pada dada ayam, ada manis-manisnya juga. Jadi, saat dibersihkan sisiknya tidak dibuang. 

Insangnya  pun tak kalah heboh. Terutama jika  hasil olahan  sendiri. Karena sebelum dimasak bagian  ini dicuci benar-benar bersih. Hingga tiada keraguan untuk  dicup, cup, cup ....  (isap).

2. Menunjang kesehatan masyarakat

Ilustrasi Keajaiban  Ikan Semah Kerinci
 
Seperti ikan pada umumnya, ikan semah Kerinci kaya akan gizi,  meliputi, protein, karbohidrat,  mineral, vitamin dan asam lemak omega 3 yang sangat bermanfaat  untuk pertumbuhan dan menutrisi otak manusia.   

Kandungan gizi pada ikan semah juga berkhasiat untuk membunuh kolesterol jahat dalam tubuh, menyehatkan limpa, dan segudang manfaat lainnya.  

Sayangnya, harga ikan semah Kerinci  relatif mahal. Pertengahan Juni lalu kondisi segarnya Rp 150 ribu per kilo. Suatu saat bisa saja melonjak ke angka Rp 180 atau 200 ribu. Hanya kaum tertentu saja yang mampu mejangkaunya. 

Keluarga nelayan khusus ikan semah pun belum tentu setiap hari mengonsumsi hasil tangkapannya. Sebab mereka lebih mementingkan uang untuk mencukupi kebutuhan lain.

3. Menunjang  ekonomi masyarakat

Ilustrasi Keajaiban  Ikan Semah Kerinci (ikan barau, mirip semah, awas terkecoh)
 
Sekarang ikan semah di Kerinci  kian langka.   Kondisi ini dipicu jumlah konsumsi  tidak sebanding  dengan populasinya  yang cendrung berkurang.  Wajar  harganya selangit.

Besaran nilai jual tersebut dapat menunjang perekonomian nelayan spesialis menangkap ikan semah. Dikatakan spesialis karena tidak  semua nelayan piawai di bidang ini. 

Syukur juga. Coba kalau semua nelayan Danau Kerinci punya kehlian serupa. Mungkin ikan semah Kerinci tinggal cerita.   Sementara sampai kini budidayanya belum terdengar gaungnya. 

Biasanya yang pintar menangkap ikan semah Kerinci adalah nelayan yang berdomisili di aliran sungai Merangin. Tetapi jangan harap keberuntungan berpihak setiap hari.

Ketersediaan ikan Semah Kerinci

Sebagai mana dinarasikan sebelumnya, kian ke sini  ikan semah Kerinci  semakin langka.   Oleh sebab itu, ketersediaannya  belum tentu ada setiap hari. Baik yang segar maupun menu olahannya. Sebab, tidak semua rumah makan  di Kerinci menyediakan gulai ikan semah.

Di Kota Sungai Penuh, hanya ada satu  “Rumah Makan Ikan  Semah”  di Jl. RE. Martadinata.  Saya dan suami  beberapa kali mampir di sana, belum pernah  dapat. Kata empunya  sedang   kosong. Tak tahu juga kondisi sekarang. 

Ilustrasi Keajaiban  Ikan Semah Kerinci,

 Tetapi jangan galau kalian masih bisa menikmati gulai ikan semah Kerinci  di Rumah Makan Desa Batang Merangin.  Pas di Depan SD No 148/III. (maaf kalau nomor SD-nya salah). Kurang lebih 60 km dari Pusat Kota Sungai Penuh arahke Bangko.

Di sana boleh dikatakan  setiap hari  stoknya cukup. Meskipun kadang-kadang  gurihnya agak berkurang, karena telah beberapa hari disimpan di lemari es. Harganya pun irit di kantong.  Paling Rp 50 ribu sekalian nasinya.  

Saya dan suami sering beli gulainya tok. Seingat saya per  satuannya  Rp 40 ribu.  Jauh di bawah tarif gulai ikan semah di Rumah Makan Perentak Pasar Bangko, Kabupaten Merangin  Jambi, yang membandrol  Rp 85 ribu per potong di luar nasi (tarif Oktober 2022). 

Kalau mau yang original ya, beli ikan segarnya saja. Belum lama keluar dari sungai langsung  masak sendiri.  Mulai jam 3 Sore-sore penjualnya nongkrong di pinggir jalan kelok ‘S’ Pengasi Lama. Jalur Lintasan Kerinci Bangko. Kurang lebih 20 km dari pusat Kota Sungai Penuh. 

Penutup

Dari awal tulisan ini terkesan kurang adil. Sebab penuh puja-puji  terhadap  ikan semah Kerinci,    nyaris  lupa sisi negatifnya. 

Ikan semah  juga punya kekurangan, lho. Pertama  durinya banyak dan tajam, terutama bagian ekornya. Butuh kehati-hatian saat  menyantapnya. 

Ke dua, jika masih kecil dagingnya kurang gurih, alias hambar. Kalau beli ikan semah Kerinci, pilihlah yang besar. Minimal ukuran remaja. 

Itulah  plus minus dan   kajaiban ikan semah Kerinci,  hingga menjadi menu favorit bagi penggila kuliner sejagat. Semoga bermanfat. Terima kasih.

Baca juga:  

  *****

Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
di Kerinci, Jambi

32 komentar untuk " Mengulik "Keajaiban" Ikan Semah Kerinci, Menu Favorit Penggila Kuliner"

  1. Wow..mahal jga ya bund..yg mentah sekilonya...kebetulan saya penggemar ikan bund...air tawar dan laut .hanya ikan patin aja gak terlalu suka karena kelewat berlemak...tapi kayak ikan baung yang gede di gulai pindang asam suka banget..apalagi bagian kepalanya..waduuh..sedep banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ikan yang licin2 kaya nutrisi ya, ananda. Tapi nenek gak suka.

      Hapus
  2. Terang aja mertua lewat ngga keliatan, lewatnya di belakang udah gitu kealingan lemari tambah ngga keliatan.. wkwkwk

    Lumayan mahal juga ya per kilonya bisa tembus dua ratus ribu pasti enaknya benaran bukan kaleng-kaleng.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ... Terima kasih Mas Herman. Telat merespon.

      Hapus
  3. Sangat disayangkan, karena gak suka ikan, jadi gak bisa mencicipi ikan semah kerinci 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah nyicip ikan semah kerinci insyaallah Mas Agus suka makan ikan.

      Hapus
  4. Jadi ngiler baca artikel ini. Sejenis ikan mas, tapi lebih enak dagingnya. Lamak bana.

    Jangan sampai punah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Pak Budi. Sayangnya, sampai saat ini belum ada budidaya ikan semah di sini. Yang ada tabur benihnya di Danau Kerinci. Mungkin karena dia butuh air berbatu, deras, dan jernih.

      Hapus
  5. Geniales formas de hacer pescado. Gracias por la receta. Te mando un beso.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Gracias también por tu visita amigo
      J.P Alexander.

      Hapus
  6. paling ga suka kalo makan ikan harus memilah2 antara daging dan durinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah di situlah kelemahan ikan Semah, Mas Adi. Selamat sore. Terima kasih kunjungannya.

      Hapus
  7. alahaiiii sedapnyaaaa... kalau goreng pun sedap juga kan ikan ni?

    BalasHapus
  8. Wah saya jadi penasaran
    seperti apa nikmat dan kelezatannya
    sepintas seperti ikan mas
    harganya juga terjangkau ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan2lah ke Kerinci, ananda
      Biar bunda beli dan masak sendiri.

      Hapus
  9. SALAM PERKONGSIAN MENARIK XKENAL IKAN NI

    BalasHapus
  10. Ikan semah ini kalau dikampungku agak mirip dgn ikan salap Nek, cuma salap agak sedikit pendek dibanding semah, ciri2nya sama, ikan sungai air tawar dan berduri (tulang kecil2), dan iya agak lebih favorit dibanding ikan baung, karena dagingnya ada manis2nya 👍 kalau aku makan ikan jenis semah ini lbh memilih bagian perutnya karena minim duri kecil, kalau ekornya full duri 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagian ekornya digoreng, ananda Jaey. Disayat2 yang rapat, tidak sampai putus. Supaya tulangnya terpotong2 pendek.

      Hapus
  11. Kalau di daerah saya namanya ikan nilem.. tapi sekarang sudah langka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia kaya bahasa kaya budaya ya, Mas Huda. Terima kasih telah singgah.

      Hapus
  12. Saya baru tahu tentang semah kerinci ini, hmmm... kebayang tentu sedap dan nikmat sekali gulainya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktanya begitu, Mas Muhaimin. He he .... Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat malam.

      Hapus
  13. jujur mbak, sebenarnya saya org yg paling gak terlalu suka makan ikan. Apalagi kalo durinya byk... kecuali kalo gak ada durinya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, makan ikan kendalanya ya, banyak tulang. Terima kasih telah mengapresiasi sains box. Selamat sore.

      Hapus
  14. Makanannya terlihat enak.
    Salam Irma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya. Begitulah menu harian saudara kita di Indonesia. Terima kasih telah mengapresiasi. Salsm sukses selalu.

      Hapus
  15. To Cook a good and savorous and delicious plates like this is really good. Congratulations.

    BalasHapus