Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta atau Hoaks? Sifat Tertutup antar Suami Istri Termasuk KDRT

 

Ilustrasi Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), istri terhadap suami. (Foto: shutterstock.com, diambil dari cantik.tempo.co)

Pribadi yang memiliki sifat  terbuka, cenderung berbagi masalah dengan orang lain. Tentu saja tidak pada sembarangan orang. Kalau dia  sudah menikah yang nomor satu adalah curhatnya ke suami atau istri. 

Sebaliknya individu yang tertutup suka menyembunyika problemnya sendiri. Termasuk kepada pasangannya. Sikap begini yang  bikin bingung.  Bukankah salah satu fungsi istri atau suami itu adalah untuk teman berbagi suka dan duka.

Biasanya orang yang rahasia-rahasiaan dengan pasangannya identik dengan ketidakjujuran. Ciri-cirinya dapat diketahui dengan mudah. Di antaranya:

1. Suka Menyembunyikan Dompet

Tabiat ini biasanya melekat pada oknum suami. Suami yang tertutup  tidak akan membolehkan istri  mengetahui isi dompetnya. Apabila pantangan tersebut dilanggar, akan terjadi perang dunia. He he .

Mendingan tidak disertai dengan sifat pelit. Mau beli gula seperempat kilo pun nadah tangan  dulu pada si doi. Dikasih? Iya. Tapi buka dompetnya dalam kamar atau belakang pintu.

2. Selingkuh Masalah Uang

Perselingkuhan tidak hanya tindakan berbagi cinta. Tetapi bisa juga dalam bentuk berbagi uang gelap-gelapan. 

Saya dan mungkin juga Anda pernah mendengar keluhan orang terdekat. Baik langsung maupun tidak langsung. Saat keadaan darurat  pasangan tersebut  tak punya tabungan yang cukup. Pinjam sana pinjam sini.

Padahal secara kasat mata kita dapat mengukur kantongnya. Penghasilan suaminya gede, gaya hidupnya biasa-biasa saja. Tidak mewah, tidak juga medit.  Anak-anaknya masih kecil belum butuh biaya sekolah. Pengelolaan duit sepenuhnya di tangan istri.

Terakhir terkuak.  Selama ini si isteri banyak membantu biaya pendidikan adik-adiknya tanpa minta izin ke suami.  

Praktik serupa bisa juga dilakukan suami. Gaji lumayan, tetapi dilaporkan ke istri cuma sebagian kecil saja. Terlebih, istrinya buta dengan urusan gaji. 

Ternyata tanpa sepengetahuan istrinya, suami banyak membiayai keperluan saudara dan orang tuanya  di kampung.

3. HP  Selalu Dikunci

Selama manusia jadi budak media sosial, ada  ketertutupan  gaya baru. Yaitu, suami atau istri merahasiakan kunci gadget miliknya.  Seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Kasus ini sering terjadi di lingkungan kita. Di desa maupun di kota.  Patut dicurigai masalah seperti ini sebagai lonceng adanya praktik perselingkahan.  Harus segera dicari penyelesaiannya secara baik-baik.

Apakah Sifat Tertutup Termasuk KDRT?

Jawabannya tergantung pada pelaku dan korban.  Kalau kedua pihak enjoy-enjoy saja, mungkin no broblem.  Tetapi jika korbannya merasa terzdolimi, masalahnya akan lain.

Bersandar pada UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga  (KDRT), ada 4 jenis kekerasan  yang termasuk KDRT. Salah satunya, kekerasan tertutup,  (covert), yang dikenal dengan kekerasan psikis atau emosional. Sifatnya tersembunyi. Misalnya ancaman, hinaan, dibohongi, dan sebagainya yang membuat korbannya tertekan, susah tidur. Bahkan ingin bunuh diri.

Kalau boleh saya beropini,  sifat tertutup antar suami istri dapat dikategorikan sebagai tindakan KDRT, lo.  Ini adalah sebuah kecurangan yang sulit diterima oleh semua golongan. Baik kaum adam maupun golongan hawa. 

Mana ada manusia yang ikhlas menerima perlakuan pasangannya  yang  tertutup begitu. Suka kucing-kucingan dan  rahasia-rahasiaan di dalam rumah tangganya sendiri.

Kalau pelakunya suami korbannya adalah istri. Sebaliknya jika pelakunya istri, korbannya pihak suami.

Lucu kan? Selama ini korban KDRT itu selalu identik dengan perempuan. Ingat! Dampak kekerasan psikis meninggalkan luka hati yang mendalam.  Wanita punya hati dan perasaan. Pria juga punya. Wanita bisa sedih, pria juga bisa menangis.

Bedanya, ketika perempuan menjadi korban kekerasan, kabarnya membuncah ke seluruh negeri. Giliran laki-laki  yang mengalaminya jarang terekspos. Kecuali akibatnya fatal (secara fisik).

Mungkin mereka enggan membicarakannya dengan berbagai alasan. Di antaranya malu dan khawatir dianggap lemah. Sedangkan pikiran bahwa, “saya adalah pahlawan bagimu” terlanjur  mengakar pada kaum lelaki umumnya.

Demikian fakta yang sering ditemui di sekitar kita, terkait sifat tertutup antar suami istri. Andai ada orang terdekat kita yang terdampak oleh sifat kurang terpuji ini,  komunikasikan dengan  baik. Mulailah dari lingkup internal. Semoga bermanfaat.

****

Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
di Kerinci, Jambi

22 komentar untuk "Fakta atau Hoaks? Sifat Tertutup antar Suami Istri Termasuk KDRT "

  1. wow, dia diam-diam bawa kabur uang dan tidak memberi tahu istrinya,..eng i eng,..dan istrinya terzolimi, dan melapor ke pihak berwajib, berarti suaminya bisa kena hukuman nih, untuk para suami hati-hati,..ha-ha-ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak kok, oknum suami setipe ini, Mas Kuanyu. Terlebih bininya tak mengerti apa-apa tentang gaji lakinya. Selamat berhari minggu, Doa sehat untuk keluarga di sana.

      Hapus
    2. Aduh kalau dompet memang sama bini, cuma hitungan doang sama kita. Tapi kalau hape gak di kunci?

      Gak lah barabe ntar. Soalnya hal kecil jadi besar hhhhhh....

      Hapus
    3. Yup, betul tuh mas sofyan,..wanita biasanya lebih peka terhadap hal-hal kecil πŸ˜‚πŸ˜‚, terima kasih atas doanya mba Nur, sehat juga untuk mba dan keluarga di sana 😊

      Hapus
  2. Sepakat, Mas Sofyan.Tapi jangan dompetnya sama bini. Isinya. ha ha ... Terima kasih telah berkenan singgah. Salam untuk keluarga disana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Isinya untuk mas sofyan ya mba Nur,..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  3. Kalau begini, bisa dilaporkan ke polisi GK kena pasal 44 KUHP ttg kdrt hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya kalau kekerasan psikis, susah dibuktikan ya, Mas. Terlebih seperti 3 persoalan di atas. Kalau bisa, pasangan berusaha menutupi serapi mungkin. Selamat malam, terima kasih telah mengapresiasi. Salam untuk keluarga di sana.

      Hapus
  4. Saya termasuk yang cukup terbuka dengan suami. Uang adalah milik bersama. HP meskipun terkunci, tapi kami sama-sama tahu kodenya.

    Mendengar istilah kdrt kadang bikin serem. Semoga kita semua terjauh dari hal tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sehaharusnya memang begitu. Saling terbuka antar suami istri adalah salah satu kunci kedamaian.

      Amin, Mbak Khairunnisa. Siapa yang tidak serem, membayangkan perempuan dipukul laki-laki. Wajar, banyak istri meregang nyawa di tangan suaminya. Terima kasih telah hadir. Selamat beraktivitas.

      Hapus
  5. lumayan, walaupun belum keluarga sudah dapat wejangan ilmu buat berkeluarga, terima kasih cikgu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah cucok, ananda Sudibjo. Yang penting bekalkan diri dengan banyak kebaikan. Lambat laun setiap manusia itu akan menemukan pasangannya dan menikah. Kecuali dia tidak berniat untuk berumah tangga. Salam sukses untuk ananda di sana.

      Hapus
  6. ini semua sejak adanya hape... msh mending blm kenal hape, seolah2 jaman skrg semua org itu kehilangan hidupnya, yg ada mereka selalu menatap layar hape dimanapun mereka berada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dampak digitalisasi ya Mas. Setuju. Apa hendak dikata. Kenyataan ini tak bisa dibantah. Terima kasih telah berkenan hadir, Mas Penghuni 60. Selamat sore. Doa sehat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  7. Ada benernya memang mbak
    Akupun sbg cowok merasakan beberapa diantaranya hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dampak tekhnologi seperti buah simalakama ya, Mas Aul. Dimakan emak mati, tak dimakan bapak mati. Terima kasih telah menanggapi. Salam sehat untuk keluarga di sana.

      Hapus
  8. Yaa apa yang dituliskan diatas banyak kok terjadi pada dunia nyata...Cuma terkadang hal begitu suka dianggap biasa bagi para pelakunya...Tak hanya pria mungkin wanitapun hampir sama.😊😊

    Kalau saya alhamdullilah bu Haji, Dirumah terbuka saja sama istri baik hp atau dompet dan lain2nya...Istri minta uang kalau ada yaa kasih nggak kasih dompetnya saja...🀣🀣🀣🀣

    Untuk hp saya cuek dirumah istri juga tahu pin Hp saya bahkan beberapa blog sayapun iya tahu semua paswordnya...Intinya saya salin terbuka lebih baik ketimbang ditutup2pin malah jadi beban..😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih mantap mas Satria memang suami idamanπŸ‘πŸ‘

      Kalau saya, justru Krn saling sama2 tahu password dan posisi (plus isi) dompet masing2, Jd ga terlalu kepo.

      Udah biasa aja, kalau pas mau bayar CODan atau jajanan lewat trus ga ada pecahan yg sesuai di dompet sendiri ya minta pak suami & biasanya disuruh ambil sendiri kalau dia lagi sibuk. Gitu jg sebaliknya sih.

      Hapus
    2. Wah, kalau ada pasangan yang menganggap biasa, syukur. Tapi bagi yang tak siap menerima kenyataan, ini suatu masalah.

      Ha ha ... Kalau ada duit dikasih. Kalau tak ada dikasih dompetnya. Mas Satria suami idaman yang jujur luar biasa.

      Kalau tak ada sesuatu, yang ditutupi tak mungkin kunci hpnya dirahasiakan. Bila ini terjadi, siaplah menghadapi perang dunia dalam rumah tangga. Kwkkwkk ...

      Terima kasih telah mengapresiasi. Salam sehat mengawali pagi.

      Hapus
  9. Alhamdulillah, Mbak Annisa. Suami istri itu satu jiwa dua raga. Kalau pasangan saling memahami tatakrama berumah tangga kasus tsb pasti menjauh. Terima kasih telah mengapresiasi. Doa sehat untuk keluarga di sana.

    BalasHapus
  10. Sifat tertutup kaya gini mungkin kalau introvert ketemu sama introvert kali ya bunda, jadi sudah sama2 terbiasa memendam semuanya sendiri.

    Aku dan suami sudah sepakat tidak menyembunyikan apapun, karna keterbukaan itu penting bgt, tentang uang, masahal pekerjaan ataupun hal lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukur, alhamdulillah, ananda Ursula. Keterbukaan antar suami istri ita harga mati dalam berumah tangga. Apapun alasannya. Untuk apa kita punya pendamping, kalau belum siap berbagi suka san duka. Nikah saja sama batu. He he .... Terima kasih telah mengapresiasi. Salam untuk keluarga di sana.

      Hapus