Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi | Terlelap dalam Nyanyian Samudra

 

Ilustrasi Puisi Terlelap dalam Nyanyian Samudra. (Sumbe fofo: islamindonesia.id)

Menggema kabar melesat ayat-ayat duka
Ramadan menangis karena luka
Tak percaya, tapi fakta nyata
Kau terlelap dalam nyanyian samudra
Bercengrama keikhlasan dan RidhoNya

Kau pergi mengusung mimpi ibu pertiwi
Mentasbih asa seluas cakrawala
Belum hilang jejak kakimu di bumi
Jerit keranda melengking menusuk kalbu

Luluh semua harapan orang-orang tercinta
Saat dirimu dinyatakan sebagai syuhada
Berpeluk misi-misi  mulia
Melengkapi balada anak manusia

Belum sempat kau genggam bintang-bintang
Bidadari syurga mendekap erat tubuhmu
hingga tak mau melepaskannya lagi
Wajah malam kelam mencekam
Mentari  pergi meninggalkan cahaya

Terselip berlembar-lembar keraguan
Berharap nadimu tetap bergetar
Gerimis tangis dan sedu sedan
di tengah zikir yang menggema
Dengan cacahan doa-doa 

Ikhlas, ridho, tulus dan pasrah
adalah baris-baris  fatamorgana
Ringan terucap lisan
Namun pahit  untuk  ditelan

Kini alam kita telah berbeda
Jangankan kembali bertatap muka
Batu nisanmu saja belum tentu ada
Selamat jalan putra patriot bangsa

Berbahagialah kalian di alam sana
Tuhan menjagamu sepanjang masa
Namamu terpatri di hati anak negeri
Jasamu bertakhta di Republik ini

Baca juga:

 ****

Penulis,

Hj. Nursini Rais

di Kerinci, Jambi

27 komentar untuk "Puisi | Terlelap dalam Nyanyian Samudra"

  1. Balasan
    1. He he ... Baru belajar nulis puisi, Mas Norfahrul. Terima kasih tanggapannya. Selamat malam.

      Hapus
  2. MaysaAllah bu puisinya bikin berkaca-kaca...
    Alfatihah untuk para patriot sejati Nanggala

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ananda Annisa. Puisi penyair tak berbakat. He he .... Terima kasih atensinya, Selamat menjalankan ibadah puasa. Salam sehat selalu.

      Hapus
    2. sama-sama bu. Selamat menjaalankan ibadah puasa juga

      Hapus
  3. Buk, saya kok jadi melow ya? sedih. Turut berduka untuk Pahlawan negeri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Mas Supriyadi pembacanya dengan perasaan mendalam. Selamat malam, terima kasih partisipasinya.

      Hapus
  4. kalau puisinya di iringi musik pasti jadi tambah syahdu nih mba, pusinya bikin hati meleleh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk... ! dibantu bikin musiknya, Mas Kuanyu. Seriuas ..., kalau mau. Terima kasih telah berkenan singgah. Selamat beraktivitas.

      Hapus
  5. Waaah, keren. Pandai menyusun bait-bait puisi juga rupanya Ibu nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru belajar ananda Agustina. Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat pagi. Salam sehat selalu.

      Hapus
  6. Puisi yang sangat indah, saya tahu ini melukiskan para suada TNI kapal Nanggala 402 yang telah gugur itu kan Tante ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sayang. Jadi GR nih. Nenek dipanggil Tante. Kemudaan. Panggil Nenek aja ya. He he ... Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat beraktivitas.

      Hapus
  7. Suka dengan puisinya, bund..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, ananda Dodo. Selamat malming. Terima kasih juga telah mengapresiasi.

      Hapus
  8. Berbahagialah kalian di alam sana
    Tuhan menjagamu sepanjang masa
    Namamu terpatri di hati anak negeri
    Jasamu bertakhta di Republik ini

    Aamiin ya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ananada Dinni. Terima kasih telah hadir.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Baru belajar, ananda. Terima kasih telah berkenan singgah. Selamat malam.

      Hapus
  10. puisi yang up-to-date.... menangkap peristiwa duka terkini...

    mantul.... lanjutkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru belajar muisi, Mas Tanza. Selamat pagi dari jauh.

      Hapus
  11. salam ramadhan kareem dari seberang bu nur.. 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kembali dari seberang sini, Wak Lat. Terima kasih telah mengapresiasi.

      Hapus
  12. merinding.. Masya Allah, mereka semua syahid..

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin, ananda Naia. Terima kasih telah hadir. Doa sehat selalu untukmu.

      Hapus
  13. Puisinya menyentuh banget bu hajjah.. mohon maaf baru bisa berkunjung kembali...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya, ananda Grilee. Selamat malam. Maaf juga sudah lama tak berkunjung.

      Hapus