Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Cara Unik Tes Keperawanan Perempuan, 1 Ada di Indonesia

 

 
Ilustrasi Tes Keperawanan Perempuan. (Sumber foto: kumparan.com)

Banyak kalangan berpendapat, keperawanan merupakan harta paling berharga bagi seorang wanita yang belum pernah menikah. Dikampungku, anak perempuan wajib menjaga kegadisannya sampai nanti mereka menikah.

Hilangnya keperawanan seorang dara, akan berdampak  buruk pada malam pertamanya kelak. Jika suami syahnya tidak siap menerima kenyataan.

Sebab, sebagian pria masih menuhankan keperawanan gadis yang dinikahinya. Andaikan terbukti pengantin wanitanya  tidak perawan, pascamenikah dia harus rela menanggung risikonya. Dituding pernah berzina oleh suami. Belum lagi hukuman  sosial yang harus dia terima jika kasusnya tersebar ke luar rumah.  

Padahal, ditinjau dari segi kesehatan, banyak kasus yang menyebabkan robeknya selaput dara. Antara lain olahraga, mengalami kecelakan, terlalu banyak bersepeda, menari, dan lain sebagainya.

Anehnya, keperawanan tidak hanya penting bagi ritual malam pertama.  Ada pula golongan yang menetapkannya sebagai persayaratan untuk beberapa keperluan.  Seperti  buat  melamar pekerjaan tertentu, melanjutkan pendidikan,  dan sebagainya. Bahkan konon di negara lain ada yang  menggunakannya  sebagai standar untuk mendapatkan bea siswa. 

Buntutnya, lahirlah praktik  tes keperawanan.  Saya teringat cerita teman sesama guru. Usia beliau 3 tahun di atas saya. Zaman dia masuk Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun enam puluhan, salah satu persyaratannya adalah lolos tes keperawanan. 

Karib saya itu menceritakan  dengan detil detik-detik krusial dia menjalani test keperawanan. Petugas pemeriksaannya laki-laki. Sampai-sampai  nama dokter berinisial W itu ngehits di kalangan siswi SPG pada masa itu.  Untungnya  zaman saya praktik dungu itu telah diakhiri.

Berpijak dari sejumlah sumber yang saya baca, era sekarang  tes  keperawanan masih berlaku di sejumlah negara dengan alasan untuk berbagai keperluan. Di antaranya, India, Afganistan, Bangladesh, Iran, Mesir,  Arab Saudi, Maroko, dan negara lainnya. Maaf, termasuk Indonesia, (tetapi telah dibantah oleh pihak-pihak terkait).

Namun, konon atas nama untuk keperluan uji klinis terhadap gadis korban perkosaan, tes dimaksud masih berlaku di negeri ini. Meskipun ditentang oleh banyak kalangan di dalam dan luar negeri. Bahkan WHO mendesak negara-negara di dunia menghentikan tes keperawanan.

Kalangan medis menilai tes keperawanan itu sebagai tradisi barbar peninggalan masa jahiliayah. Karena dianggap merendahkan harkat dan martabat perempuan. Tetapi bukan itu fokus bahasan atikel ini. Takut salah ulas, karena saya bukan pakarnya.  

Berbicara masalah tes keperawanan, yang terbayang di benak saya adalah gawean ini dilaksanakan oleh tenaga medis.  Siapa menyangka biasa pula dilakukan oleh personel non medis, dengan cara unik dan aneh. Terlepas apakah langkah tersebut masuk akal atau tidak.

Mari kita telusuri  4 cara unik mengetes keperawan di  3  negara berikut!

Tes Keperawanan  Terunik  Pertama dan ke Dua Ada di India

Di sebuah desa di India, setiap perempuan wajib mengikuti  tes keperawanan. Terutama wanita yang akan menikah. Gunanya untuk memastikan  selaput daranya masih utuh atau tidak. Jika terbukti si gadis tidak perawan, keluarga besarnya  akan menanggung malu. Dia  terancam gagal nikah.

Untuk memastikan apakah seorang wanita  masih perawan atau tidak,  masyarakat setempat melakukan tes dengan cara tak lazim


1. Pani ki Dheej (Kemurnian Air)

Wanita  yang menjalani tes diminta menahan napas di bawah air. Dihitung dari lamanya seseorang berjalan seratus langkah. Jika  dia tidak mampu melakukannya, tandanya sang calon pengantin tidak perawan.

Namun Pusat Rehabilitasi  Internasional menilai  cara ini adalah pelanggaran berat hak-hak perempuan.

2. Agnipariksha (Tes Api)

Cara yang kedua ini mengharuskan pengantin wanita membawa besi merah panas di tangannya. Wanita yang tidak mampu melakukannya dia dianggap tidak perawan.

Tes Keperawan Terunik ke Tiga Ada di Maroko

3. Tes Telur

Suatu desa di Maroko punya cara tak lazim untuk mengetes keperawan wanita yang akan menikah. Tukang periksa biasanya perempuan yang lebih tua. 

Calon pengantin perempuan berbaring telentang dengan kaki terbentang seperti mau melahirkan. Kemudian sang pemeriksa memecahkan sebutir telur yang terbuka ke miss V si gadis. Jika telur menyelinap ke dalam vaginanya dia dianggap bukan perawan orisinil. 

Tes Keperawanan Terunik ke Empat Ada di Indonesia

4. Petekan

Petekan adalah salah satu  metode menguji keperawanan anak gadis di Negeri ini.  Mekanisme ini telah digunakan sejak lama oleh masyarakat suku Tengger di desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo,  Malang. (Petekan = dipetek artinya ditekan).

Tradisi petekan rutin dilaksanakan 3 bulan sekali. Biasanya sesepuh mengumumkan kepada warga bahwa akan dibuka hajatan petekan. Pesertanya gadis usia beranjak dewasa. Jumlahnya bervariasi. Antara 30 – 60 orang atau lebih.

Bagian yang diraba, antara pusat dan kemaluan. Pelaksananya dukun bayi yang sudah senior, di rumah warga yang tertutup.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, sang dukun bisa mendeteksi apakah wanita yang diperiksanya masih perawan atau tidak. Sang dukun juga dapat mengetahui ada tidaknya  janin di dalam perut si pasien.

Petekan bukan persyaratan  untuk menikah. Tetapi supaya gadis lebih aware tentang keperawanannya. Terlebih era sekarang, seks bebas bagi para remaja bukan lagi rahasia.

Demikian 4 cara unik mengetes keperawanan perempuan di dalam dan luar negeri yang dihimpun dari berbagai sumber.

Sejatinya masih banyak mekanisme lain yang dinilai unik untuk pembuktian ini. Ada tes dua jari, tes noda darah di tempat tidur dan sebagainya. Tapi biar tidak terlalu panjang, cukup 4 ini saja. Semoga bermanfaat.

Baca juga: 

****

Penulis,

Hj. NURSINI RAIS

di Kerinci, Jambi

________

Referensi:

“4 Tes Keperawanan yang Aneh dan Masih Lazim Dilakukan”, (https://www.liputan6.com/...)

“Petekan, Tes Keperawanan Ala Desa Ngadas di Malang yang Terbukti Ampuh”, (https://www.boombastis.com/...)

“Tes keperawanan Berangkat dari Kesalahpahaman, Mengapa Masih Diteruskan” (https://magdalene.co/...)

 

22 komentar untuk "4 Cara Unik Tes Keperawanan Perempuan, 1 Ada di Indonesia"

  1. Metodenya tapi gak ada yang sesuai sains ya Bu. Jadi susah dimengerti dan dipercaya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang masuk akal dan agak ilmiah teknik petek ya, bang Siregar. Ada nilai positifnya pula. Supaya anak perawan lebih berhati2. Tak salah petek mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Terima kasih telah mengapresiasi. Salam sehat buat keluarga di sana.

      Hapus
  2. Aduh itu yang di India kok serem banget tes-nya. Ada2 aja deh ya, saya jadi merinding, Bu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak bisa diterima akal sehat ya, ananda Naia. selamat siang. Terima kasih telah menanggapi.

      Hapus
  3. aww.... ada ada saja.....

    Menambah wawasan.... thank you for sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, Mas Tanza. Terima kasih juga telah menanggapi. Selamat siang.

      Hapus
  4. Wah banyak juga tes keperawannya, tapi hasilnya valid ga ya bu itu? Takutnya cuma kepercayaan/tradisi saja. Soalnya selaput dara yg robek kan bisa disebabkan banyak hal, ga cuma hubungan sex saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya ingat keluarga kami di kampung zaman emakku dulu. Sepupu beliau ditinggalkan suaminya pada malam kedua. Ditudu tidak perawan. Padahal beliau tidak pernah bergaul dg lelaki manapun, kecuali hanya di rumah saja. Keluarga intinya perempuan semua. Sampai sekarang ceritanya belum hilang. Kejadiannya tahun 50-an. Kasian. Selamat siang, ananda Amitotul.

      Hapus
  5. Itu tes keperawanan di India itu pelanggaran HAM itu, disuruh tahan nafas 100 langkah dalam air, kalo mati gimana.

    Belum lagi tes api, memangnya gadis India itu waktu tes pakai baju Ironman apa enggak suruh pegang api.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ... Rupanya mereka lebih kurang pintar daripada kita ya, Mas Agus. he he .... Kalau saya disuruh seperti itu gak bakalan lolos. Gak dapat laki? ya, udah. ngjomblowlah seumur hidup. hiks... terima kasih talah hadir. Selamat malam.

      Hapus
  6. baru tau semua langkah langkah ini, unik
    mungkin ada yang terdengar "aneh" ya, karena nggak bisa dinalar juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, ananda Ainun. lain negeri beda tradisi. Tapi kadang terasa janggal. mereka melakukan hal yang kurang waras. he he ..Selamat malam. Terima kasih telah singgah. selamat malam.

      Hapus
  7. Wah ada2 aja yah tp menurutku sih semuanya belum ada yang benar2 100% bisa membuktikan perawan atau tidak.. Bagiku perawan atw tidaj itu bukan suatu masalah,, yang penting akhlaknya aja sih harus dijaga insya allah kesuciannya juga terjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, ananda. Apabila akhlaknya baik, kesuciannya pasti terjaga. Yang ke dua, jika seorang lelaki telah siap menikahi seorang gadis, berarti dia siap menerima calon pasangannya dalam kondisi apapun. untuk apa pakai tes perawan segala. Kayak di India. He he ... Selamat malam ananda Norfahrul. Terima kasih telah singgah.

      Hapus
  8. Pasti perempuannya malu banget itu kalau yg ngetes dokter laki2, bisa2 yg tadinya perawan malah jadi anu, bisa saja kan dokternya jadi cabul 😅

    Ah yg di India tak masuk akal dan tak ada hubungannya sama tes keperawanan.

    Nah klo yg Maroko masih lumayan logis lah, logis dari sudut pandang lelucon tapinya, logikanya sesuatu yg meresap2 begitu berarti sdh terbuka 😛

    Klo yg Indo ini antara logis tdk logis. Sepertinya metode yg digunakan mistis ya?

    Pada dasarnya saya kurang setuju dgn tes2 semacam itu, kalau boleh usul lebih baik gunakan metode sumpah pocong terus ditanya masih perawan kagak hihi 🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he ... Untuk apa pakai sumpah pocong. Kalau memang cowok itu cinta, dia akan merima calon si cewek apa adanya. Tapi supaya ada kejujuran, kalau gadisnya tidak perawan akui saja terus terang. Soal tes perawan untuk masuk kerja, ini yang berlebihan bin lebai. Apa hubungannya perawan dengan pekerjaan. Selamat beraktivitas, Mas Jaey.

      Hapus
  9. Jika dibandingkan ternyata negri ini masih cukup bak ya bu. Selamat pagi bu hajjah.. sala sehat selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget ananda Srie. Kurang apa lagi bangsa kita. Selamat pagi. Terima kasih telah mengapresiasi.

      Hapus
  10. yang bawa besi panas kasian banget Bu Nur
    duh ko sampai gitu yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau boleh saya kasih nilai "budaya orang india juah di bawah kita" ya, Mas Ikram. He he ... Selamat pagi. Terima kasih telah mengapresiasi.

      Hapus
  11. Kalau boleh saya kasih nilai "budaya orang india juah di bawah kita" ya, Mas Ikram. He he ... Selamat pagi. Terima kasih telah mengapresiasi.

    BalasHapus
  12. Tesnya no 1 dan 2 serem ya bund

    BalasHapus