Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tips Cerdas Menghadapi Pembenci Kita

Ilustrasi: 5 Tips Cerdas Menghadapi Pembenci Kita

Pernahkah, kalian dibenci  teman, tetangga, atau siapa-siapalah tanpa lasan yang jelas.  Dari jauh dia membuang muka, ketemu tak mau menyapa, mulutnya maju 3 senti. 

Padahahal, sebelumnya dia tiada masalah dengan  kita. Kita pun tak pernah mengganggu dia. Tiada pula  sangkut paut dengan utang piutang dan pinjam meminjam. Umumnya, konflik ini melibatkan kaum hawa. 

Selaku manusia biasa, kita tentu tak enak hati, sedih, dan kecewa.  Merasa dibayangi oleh kesalahan yang tidak pernah kita perbuat.  Perasaan seperti itu normal-normal saja. Sikapi saja  dengan tenang dan cerdas.  

Caranya? Berikut saya membagikan 5 tips cerdas ala celotehnur54,  mengadapi orang yang membeci kita  tanpa alasan yang jelas. 

1. Jadilah pribadi mengalah dan pemaaf

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3  hari” (HR Bukhari 6237 dan Muslim 6560). 

Merujuk dari QS Al-Hujurat : 10, “Bahwa sesungguhnya  setiap muslim itu bersaudara  ....”  Kata  “saudara” dalam hadist di atas bukan sebatas saudara sedarah saja.  

Dihubungkan  dengan tema ini, sudah terang benderang, antar sesama muslim haram hukumnya tidak bertegur sapa selama lebih dari 3 hari. 

Oleh sebab itu, Andaikan ada di antara kita yang bertikai, alangkah baiknya saling memaaf.  Untuk mencairkan suasana salah satu pihak harus mengalah untuk menegur duluan.  Idealnya yang muda tunduk pada yang  lebih tua.  

Pengalaman saya  mengahadapi pembenci kelewat batas, saya yang teramat tua ini tidak gengsi mengalah, menegurnya duluan, supaya  beban batin cepat sirna. 

Eh ..., yang disapa malah melengos seadanya. Besok dan seterusnya keadaan tetap seperti biasa. Ya, sudah.  Abaikan saja. “Memangnya you itu siapa?” Ha ha .... 

2, Koreksi diri  

Kadang-kadang kita merasa telah berbuat baik semaksimal mungkin. Tidak mau mengganggu dan menyakiti perasaan orang. 

Namun siapa tahu, tanpa kita sadari kita telah lakukan kesalahan pada orang lain, hingga membuatnya   tersinggung yang berujung dendam kesumat.

Kalau demikian adanya jangan segan-segan mengklarifikasi sekalian minta maaf kepada orang yang merasa tersakiti.

Lakukan juga jelajah diri dengan jujur. Apakah selama ini kita baik-baik saja dengan tetangga dan  masyarakat sekitar. Jangan-jangan kitanya yang banyak musuh.  Dibenci  tetangga dari segala penjuru. Semua pernah jadi lawan bertengkar. Pendek kata, punya pembenci selilit tubuh. 

Jika demikian, saatnya kita berubah sikap. Kalu bukan kita tiada orang lain yang bisa mengubah dan memperbaiki kesalahan kita,  kecuali diri sendiri. Sebab kasus ini menyangkut dengan hati.  

3. Survei rekam jejak

Telusuri rekan jejak orang yang bersangkutan. Apakah dia memang tipe manusia yang bermasalah dengan lingkungan sosialnya. Suka bertengkar dengan keluarga, orang tua, tetangga, atau siapa saja jadi musuh. 

Kalau  kebenaran begitu,  besar kemungkinan dari sononya dia punya tabiat kurang baik. Iya, Cuekin aja. “Titik.” 

4. Jangan baper

Kalau kita yakin bahwa kita tidak bersalah, rekam jejak si pembenci tadi  memang kurang bagus, dan tak ada tanda-tanda sikapnya akan berubah ke yang lebih baik, jangan baper.  Kita tidak boleh larut dalam kekecewaan. 

Bebaskan pikiran dari hal receh itu. Gara-gara kelakuan orang lain, kita tidak boleh membelenggu perasaan dengan kegalauan. Anggap saja dia tidak ada. Sekali lagi “titik.” 

Andai jumlah  penduduk se RT  100 orang, masih ada 99 yang bisa diajak berteman. Coret namanya dari  list persahabatan kita.  

Jauhilah  orang yang  jelas-jelas membencimu. Dia gengsi, kita punya harga diri. Yang penting kita berusaha berbuat baik, meskipun belum tentu menjadi orang baik. 

5. Puasakan mulat untuk curhat  

Puasakan mulut untuk curhat tentang doi pada orang lain. Tujuannya, supaya permasalahannya tidak meluber ke mana-mana, dan menjadi konsumsi publik. 

Terlalu banyak  ngomong,  fitnah siap mengintai. Masalah  yang seharusnya bisa diperkecil,  justru menambah problem baru. Apalagi curhatnya ke medsos, yang dibaca netizen seluruh dunia. 

Penutup

Demikian 5 tips cerdas ala celotehnur54 menghadapi pembenci kita  tanpa alasan yang Jelas. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Mungkin kalian punya kiat lain untuk menghadapi  kasus serupa. Silakan tambah di kolom komentar. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

 Baca juga:  

*****

Penulis,
Hj. NURSINI RAIS
di Kerinci, Jambi
 

24 komentar untuk "5 Tips Cerdas Menghadapi Pembenci Kita"

  1. benar buk nur sebagai manusia memang harus utamakan legowo daripada ego. Kalo sama sama mau menang sendiri, ya ujung2 nya bakalan perang dan tidak ada jalan penyelesaian. Tapi kembali lagi pada kepribadian orang itu sendiri apakah bisa mengendalikan ego nya. Disinilah pentingnya akidah yg kuat untuk membentengi hati dari iri hati, dengki, ego, dan perasaan hasad lainya.

    Selamat pagi buk nur, maaf telat berkunjung hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, Mas. Zaman sekarang kalau meninggalkan agama sebagai pegangan hidup, bisa stress ... He he .... Selamat siang menjelang sore, doa sukses selalu.

      Hapus
  2. Terimakasih untuk artikelmya Bu Nur.. bermanfaat ๐Ÿ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, Mas Warkasa. Terima kasih juga telah singgah. Selamat malam minggu.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih apresiasinya, Mas Tanza. Salam sehat di sore minggu. Salam sehat dari tanah air.

      Hapus
  4. Pernaaah bun
    Tapi ya itu saya bapernya sukak kelamaan hehe padahal kata tips bunda nur ini: jangan baper !
    Makasih tips tipsnys :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan berlama2 pada satu masalah, ananda. Banyak persoalan lain yang perlu ditangani. He he .... Terima kasih telah mengapresiasi. Selamat siang.

      Hapus
  5. Tips yang penting ini. Sehingga, meski dibenci, hati tetap tidak terpengaruh. Tenang. Bahagia. Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Mas. Smoga kita semua bisa bersabar menghadapi semua problem hidup. Terima kasih telah singgah. Selamat malam.

      Hapus
  6. Tahap benci tu rasanya takde tapi saya jenis yang tak suka memaksa dalam persahabatan. Kalau jelas orang tak betah bergaul dengan kita, ok biarkan je. Asalkan kita tak buat salah. Mungkin keserasian tu yang tak ada atau ada sifat kita yang tidak kena di mata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, ananda Salbiah. Hati seseorang tidak busa dipaksa. Kalau tak ada kecocokan lebih baik kita mundur, tanpa menghiraukan mereka. Supaya tidak ada yang tersakiti. Selamat siang dari jauh.

      Hapus
  7. 5 tips di atas hampir semuanya sudah Teddy lakukan Nek, memang ada di dunia ini orang-orang dengan jenis begini ๐Ÿ˜…. Kalau terlalu dipikirkan kitanya yang susah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ngapain kita nambah beban pikiran. Banyak hal lain yang perlu kita pikirkan. Semoga sehat selalu. Selamat siang, ananda Teddy.

      Hapus
    2. Terima Kasih Nek, Semoga Nenek juga sehat selalu.
      Selamat Sore Nek

      Hapus
  8. Saya coba memikirkan, siapa ya yang benci saya?
    Kayaknya nggak ada deh, setidaknya saya nggak merasa dibenci orang, hahahaha.

    Mungkin karena jarang ketemu orang, jadi apa yang mau dibenci orang terhadap saya :D

    Tapi saya setuju Bu, kalau memaafkan adalah yang terbaik, dan udah.. jangan dekat-dekat atau berharap sama si pembenci :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga begitu. Ananda Rey. Jarang keluar. Lebih senang di rumah sendirian sambil nulis. Nyamaaaan senyamn2nya. Terlebih jadwal bapaknya pergi ke kebun. Mantuuulll... Selamat malam. Doa sehat, murah rezeki. Terima kasih telah mengapresiasi.

      Hapus
  9. nasehat mantap sekali
    Selamat pagi bunda Nur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam, ananda Nita. Maaf telat merespon. Tadinya ada urusan di desa lain. Terima kasih telah mengapresiasi. Doa sehat selalu ya.

      Hapus
  10. Betul nek, kadang saya suka baper dan kesal kalo ada tiba2 benci ke kita ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  11. Cuekin saja ananda Dinni. Ada ribuan orang selain dia yang mau berteman dengan kita. Yang penting tetap berusaha jadi orang baik. Selamat malam. Terima kasih telah singgah. Doa sehat untuk keluarga di sana ya.

    BalasHapus
  12. Bener banget bunda. Dulu almarhumah mama selalu bilang 'cuekin aja' tiap kali ada orang yang suka nyinyirin saya tanpa sebab. Mama bilang masalahnya ada di dalam dirinya sendiri, bukan kita. Karena orang kalo sudah benci, bakal susah untuk bisa melihat kelebihan orang lain, hanya kekurangan dan kejelekannya saja yang tampak. Dan gak boleh balas, karena kalo kita balas mereka, gak ada bedanya kita dengan orang-orang itu. Makanya kalo saya kesal, saya diam aja berusaha untuk gak terpancing, padahal dalam hati pengen banget bikin mereka diam. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah. Untuk tidak membalas itu butuh kesabaran ya, ananda. Semoga kita Insyaallah kuat, dan bisa menahan diri. Betul kata Almarhumah. Kalau kita melayaninya berarti kita sama denganmereka. Terima kasih telah singgah. Salam sejahtera untuk keluarga di sana.

      Hapus